Perang Rusia dan Ukraina

Harga Diri Jerman dan Italia Runtuh, Ngotot Tolak Beli Gas Rusia, Kini Menyerah Ikut Aturan Putin

Jerman dan Italia tak sanggup kekurangan gas, akhirnya tunduk pada aturan Vladimir Putin, terpaksa beli gas Rusia dengan mata uang rubel.

Editor: Hendra
Independent/Getty
Presiden Rusia Vladimir Putin 

POSBELITUNG.CO, BERLIN - Keputusan Rusia bagi yang ingin membeli gasnya dalam bentuk uang Rubel (mata uang Rusia) sempat ditentang oleh sejumlah negara-negara di Eropa.

Diketahui pasokan gas di negara-negara Eropa sangat bergantung pada Rusia.

Sedangkan mereka malah membantu Ukraina untuk memerangi Rusia.

Imbasnya Uni Eropa pun kemudian menjatuhkan sanksi dengan mengembargo gas Rusia dan menjatuhkan sanksi ekonomi.

Baca juga: Joe Biden Tabuh Genderang Perang Lawan China, Beijing Bereaksi Sebut Tak Ada Kompromi Lagi

Baca juga: Rencana Busuk Uni Eropa dan G7 Terkuak, Ide dari Menkeu Jerman, Tak Malu Mau Mencuri Aset Rusia

Baca juga: Ngotot Jatuhkan Sanksi, Kemunafikan Jerman Terkuak, Sok Bela Ukraina Tapi Butuh Minyak dan Gas Rusia

Rupanya sanksi yang dijatuhkan Eropa kepada Rusia ini malah berbalik arah.

Saat ini justru negara Uni Eropa lah yang sedang kesulitan pasokan pangan dan gas dari Rusia.

Akhirnya kini Uni Eropa tunduk dan terpaksa mengikuti aturan Rusia, membeli gas harus dibayar dengan mata uang Rubel.

Dua negara Eropa yang getol membantu Ukraina melawan Rusia yakni Jerman dan Italia kini harus tunduk dengan aturan yang dibuat oleh Vladimir Putin.

Setelah negaranya kekurangan pasokan gas, dan harga gas di pasaran dunia melonjak, akhirnya Jerman dan Italia pun kembali membeli gas Rusia dengan mata uang Rubel.

Presiden Rusia Vladimir Putin tetap mewajibkan Uni Eropa membayar gas yang dibelinya dari Rusia dengan rubel
Presiden Rusia Vladimir Putin tetap mewajibkan Uni Eropa membayar gas yang dibelinya dari Rusia dengan rubel (The Guardian/AFP)

Melansir dari Reuters, Polandia, Bulgaria dan Finlandia menolak tuntutan Rusia untuk membayar gas dalam rubel, sehingga pasokan gas mereka telah dipotong.

Namun, negara-negara anggota  Uni Eropa lainnya menghindari tindakan yang dapat mendorong  Rusia untuk memotong pasokan gasnya.

Uni Eropa telah memberikan dua panduan tertulis mengenai cara membeli gas  Rusia tanpa melanggar sanksi.

Sayangnya panduan tersebut tidak secara jelas mengatakan, apakah membuka rekening rubel dengan Gazprombank akan melanggar sanksi Uni Eropa terhadap Rusia.

Sekitar setengah dari 54 klien asing Gazprom Export membuka rekening bank Rubel untuk membayar gas Rusia. (Yuri Smityuk/TASS)
Beberapa diplomat dari negara-negara anggota Uni Eropa berpendapat, panduan yang diberikan sengaja dibuat tidak jelas untuk memungkinkan negara-negara di Eropa membuka rekening rubel dan terus membeli gas Rusia.

Baca juga: Amerika Dikepung Rusia dan China, Jendral AS Akui Berisiko Bila Berkonflik, Kini Ekonomi Saja Hancur

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved