Berita Pangkalpinang

Molen Sebut Pelaku UMKM Harus Kerja Keras hingga Ubah Pola Pikir Jika Ingin Maju

Apalagi, saat pandemi Covid-19 kegiatan masyarakat beralih ke digital, termasuk untuk pembelian barang dan jasa.

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Novita
Ist/Dokumentasi Prokopim Iwan
Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, saat menjadi narasumber Program Nusantara keempat di Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (24/5/2022). 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM) harus memiliki mental yang kuat.

Pelaku usaha tidak bisa hanya berpangku tangan mengharapkan bantuan penuh dari pemerintah yang juga memiliki keterbatasan.

Apabila ingin maju, seseorang harus bekerja keras, bahkan harus mengubah mindset atau pola pikir hingga kultur.

"Kultur dan mindset harus diubah. Bekerja keras jangan hanya mengharapkan bantuan dari pemerintah," kata Wali Kota Pangkalpinan, Maulan Aklil, saat menjadi narasumber Program Nusantara keempat dengan tema ‘ UMKM-Usaha Maju, Kita Mendunia' di Studio Mini LPP RRI Kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (24/5/2022).

Saat ini memang terdapat sekitar 27 ribu lebih pelaku UMKM yang ada di Pangkalpinang. Untuk meningkatkan daya jual produk, pemerintah kota memang terus bersinergi dalam mengembangkan pemasaran produk dan investasi di daerah itu.

Hal itu dibuktikan dengan mempermudah investor untuk masuk ke Kota Pangkalpinang, hingga diirinya yang bersedia endorse (promosi) produk yang dihasilkan UMKM yang ada di Kota Pangkalpinang.

"Kita sudah mudahkan perizinan bagi investor dan pengusaha. Bahkan saya dan istri turut meng-endorse pelaku UMKM agar bisa dikenal," terang Molen, sapaan akrab Maulan Aklil.

Di era teknologi informasi saat ini lanjut dia, pelaku UMKM memang harus dapat bertransformasi ke ekosistem digital. Apalagi, saat pandemi Covid-19 kegiatan masyarakat beralih ke digital, termasuk untuk pembelian barang dan jasa.

Transformasi digital bisa dilakukan agar mereka memiliki potensi untuk terus tumbuh. Hal itu, suka tidak suka, harus dilakukan setiap pelaku UMKM di tengah perkembangan zaman.

" UMKM di Pangkalpinang tidak bisa digital harus belajar, tidak ada istilahnya tidak bisa," ucapnya.

Meski begitu, kata Molen, sudah menjadi tugas pemerintah daerah untuk mencari dan mempersiapkan market atau pasar dari produk-produk inovatif yang diciptakan oleh UMKM yang ada di Pangkalpinang.

Untuk menciptakan pasar yang menarik bagi penanam modal atau investor, sebagai kepala daerah, ia melakukan branding atau memberikan citra positif terhadap Kota Pangkalpinang dengan melakukan pembangunan dengan penataan wilayah kota dan kemudahan perizinan berusaha.

"Sinergitas ini terjadi apabila produk-produk UMKM yang tercipta ini inovatif dan dapat terserap dari market yang diciptakan oleh pemerintah kota melalui investasi yang masuk," kata Molen. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved