Perang Rusia dan Ukraina

Ukraina Jadikan Sukarelawan Umpan Meriam Rusia, Mantan Pasukan Khusus Inggris Beruntung Bisa Kabur

Hampir 1.000 sukarelawan pasukan asing tewas dijadikan oleh Ukraina untuk umpan meriam Rusia, penulis ini ungkap fakta mengerikan seperti mimpi buruk

Editor: Hendra
(Telegram/ChinaArmy)
Beredar di kanal Telegram ChinaArmy bahwa Jenderal Eric Olson (lingkaran merah) asal Amerika Serikat dari kubu Azovstal Mariupol menyerahkan diri ke pasukan Rusia. Terkait keterlibatan Jendral Eric Olson ahli perang ini belum ada keterangan resmi pihak Rusia maupun AS. 

POSBELITUNG.CO, MOSKOW – Simpatisan atau suka relawan perang dari negara luar berdatangan membantu Ukraina pada awal perang melawan Rusia.

Rupanya, sambutan Ukraina tak seperti yang mereka kira dan harapkan.

Bertempur bersama militer Ukraina melawan Rusia rupanya dalam kondisi yang sangat buruk dan tak terbayangkan.

Jangankan sambutan, mereka bahkan serasa tak dianggap oleh militer Ukraina.

Padahal mereka secara sukarela atau tak dibayar membantu Ukraina memerangi Rusia.

Baca juga: Zelensky Tangkap dan Penjarakan Tentaranya yang Menyerah ke Rusia, Anggap Pengecut dan Disersi

Baca juga: Sempat Ditertawakan Dunia, Ukraina Terdiam saat Senjata Laser Rusia Hancurkan Drone dan Gedungnya

Baca juga: Disanjung jadi Terhebat di Dunia, Wali Sniper Kanada Kecewa Berat, Kini Beberkan Kebobrokan Ukraina

Banyak diantara mereka yang tewas. Sedangkan yang beruntung berhasil kabur dan kembali ke negaranya.

Seorang analis geopolitik dan penulis kolumnis bernama Paul Antonopoulos mengungkapkan temuannya dalam sebuah tulisan artikel.

Dalam tulisannya ia mengatakan saat ini hanya petempur yang benar-benar ideolog yang masih berani bertempur di Ukraina.

Ia juga menyebut hanya orang-orang yang rasis dan ekstremis paling Russophobia yang sanggup bertahan melawan pasukan Rusia yang terlatih baik.

Ulasan ini ditulis panjang lebar oleh Paul Antonopoulos di laman analis intelijen Southfront.org, Rabu (25/5/2022).

Ia menyimpulkan berdasar situasi lapangan, kesaksian legion asing yang tertangkap atau menyerah di Ukraina.

Seorang prajurit Ukraina berjaga di jalan di samping sebuah bangunan yang rusak di kota Borodianka, barat laut Kyiv, pada 6 April 2022, akibat terkena gempuran militer Rusia
Seorang prajurit Ukraina berjaga di jalan di samping sebuah bangunan yang rusak di kota Borodianka, barat laut Kyiv, pada 6 April 2022, akibat terkena gempuran militer Rusia (AFP/GENYA SAVILOV)

Berikut ini artikel yang ditulis ini Antonopoulos, dialihbahasakan dengan penyesuaian tetap sesuai konteks pesan yang disampaikan penulis.

Menurut Antonopoulos, selama ini media arus utama barat membombardir public lewat narasi Ukraina yang bebas sedang berjuang melawan Rusia yang otoriter untuk mempertahankan demokrasinya.

Pasukan ultra-nasionalis sayap kanan Ukraina, termasuk batalyon neo-Nazi, telah dinormalisasi dan dianggap penting hingga ribuan orang asing membanjiri Ukraina untuk berperang.

Baca juga: Harga Diri Jerman dan Italia Runtuh, Ngotot Tolak Beli Gas Rusia, Kini Menyerah Ikut Aturan Putin

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved