Perang Rusia dan Ukraina

Takut dengan Rusia, Israel Tolak Permintaan Izin Jerman dan Amerika Kirim Rudal Anti Tank ke Ukraina

Padahal sekutunya sendiri, Israel tak izinkan Jerman dan Amerika Serikat kirim rudal anti tank ke Ukraina untuk melawan Rusia

Editor: Hendra
(AFP) via Tribunnews
Aksi tank Israeli saat latihan militer di dekat pemukiman Ramat Trump di Dataran Tinggi Golan yang dicaplok Israel pada 7 Desember 2021. Sejumlah rudal Israel menghantam pos-pos tentara dalam serangan udara Kamis (16/12/2021). 

POSBELITUNG.CO --  Jerman dan Amerika Serikat berencana ingin mengirimkan rudal anti-tank Spike ke Ukraina untuk melawan Rusia.

Rudal anti-tank buatan Jerman tapi lisensi Israel itu diklaim rudak yang sangat canggih.

Namun permintaan dari Jerman dan Amerika Serikat itu langsung ditolak oleh Israel.

Penolakan Israel atas permintaan Jerman dan Amerika Serikat itu dilaporkan oleh Media AS, Axios, pada Rabu (26/5/2022) kemarin.

Baca juga: Serbia Tolak Mentah-Mentah Ajakan Barat Jatuhkan Sanksi ke Rusia, Ungkit Kejahatan NATO dan Eropa

Baca juga: Rusia Kepung Pasukan Ukraina, Diserang dari Tiga Sisi, Gedung Tinggi Hancur Terkena Tembakan

Baca juga: Sempat Ditertawakan Dunia, Ukraina Terdiam saat Senjata Laser Rusia Hancurkan Drone dan Gedungnya

Amerika Serikat (AS) juga ikut membujuk agar mendapat persetujuan dari pejabat tinggi Kementerian Pertahanan  Israel selama kunjungannya ke Washington pada awal Mei lalu.

Namun, Israel tetap teguh pada pendiriannya untuk menolak izin tersebut.

Rupanya, hal itu lantaran  Israel takut tentara Rusia terbunuh oleh senjata buatannya dan bisa merugikan kepentingan  Israel di Suriah.

" Israel khawatir bahwa tentara Rusia dapat dibunuh oleh senjata buatan Israel, yang kemudian akan menyebabkan Moskow merugikan kepentingan keamanan Tel Aviv di Suriah," kata seorang pejabat senior Israel kepada Axios, dikutip dari RussiaToday.

Isu ini muncul sekitar dua minggu lalu, ketika Direktur Jenderal Kementerian Pertahanan  Israel, Amir Eshel, mengunjungi AS.

Wakil Menteri Kebijakan Pentagon, Colin Kahl, telah meminta izin kepada  Jerman untuk mengekspor Rudal Spikes ke Ukraina.

Namun Eshel menolak dan memberi tahu Kahl bahwa  Israel hanya akan memasok peralatan militer yang tidak mematikan ke Ukraina.

Ketika Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz pergi ke Washington Rabu lalu, pertanyaan tentang rudal tidak muncul dalam pertemuannya dengan Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Jake Sullivan.

Di hari kunjungannya,  Israel hanya mengumumkan akan mengirim 2.000 helm dan 500 rompi pelindung ke Ukraina.

Pentagon tidak secara resmi mengomentari laporan tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved