Perang Rusia dan Ukraina

Sinyal Perancis Bela Rusia, Ukraina Marahi Presiden Emmanuel Macron, Sebut Permalukan Negara Sendiri

Pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron minta agar Rusia tak dipermalukan di depan negara lain membuat Ukraina marah besar

Editor: Hendra
(Mikhail KLIMENTYEV/SPUTNIK/AFP) dan (FRANCE24)
Presiden Prancis Emmanuel Macron (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) 

POSBELITUNG.CO - Presiden Prancis, Emmanuel Macron berharap agara konflik antara Rusia dan Ukraina bisa segera berakhir.

Karenanya ia menginginkan pintu diplomatik antara pihak Barat dengan Rusia bisa tetap terjalin meskipun konflik keduanya berakhir.

Diketahui pihak barat hingga kini lebih pro ke Ukraina ketimbang ke Rusia.

Pada akhirnya Uni Eropa atau barat pun menjatuhkan sanksi bertubi-tubi kepada Rusia.

Dari ekonomi hingga embargo minyak dan gas Rusia.

Baca juga: Ditertawakan Vladimir Putin, 30 Anggota NATO Kalah Lawan Rusia, Kroasia Akui Sanksi Eropa Tak Mempan

Rupanya pernyataan Macron ini membuat Ukraina tak senang bahkan marah.

Dilansir Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, mengatakan dengan blak-blakan bahwa komentar itu justru mempermalukan Prancis.

Sejak awal invasi, Macron tetap menjaga komunikasi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Presiden Macron sebelumnya mengatakan Putin telah membuat kesalahan bersejarah dan mendasar dalam menginvasi  Ukraina.

Namun, ia menilai, penting untuk tidak mempermalukan  Rusia sehingga saat konflik selesai, "kita dapat membangun jalan keluar melalui saluran diplomatik".

Macron mengatakan, peran Prancis adalah penengah dan menekankan bahwa pihaknya mengorbankan waktu dan energi untuk memastikan konflik tidak meningkat menjadi perang yang lebih luas.

"Saya telah kehilangan hitungan percakapan yang saya lakukan dengan Vladimir Putin sejak Desember," kata Macron.

Baca juga: Takut Disanksi Amerika dan Eropa, China Kini Mulai Jauhi Rusia, Tak Mau Dianggap Bantu Moskow

Dalam cuitannya di Twitter, Menlu Ukraina menuliskan kritikan untuk Macron.

"Seruan untuk menghindari penghinaan terhadap  Rusia hanya dapat mempermalukan Prancis dan setiap negara lain yang akan menyerukannya."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved