Berita Kriminalitas

Buron Selama Dua Tahun, Pelaku Perompakan di Bangka Selatan Ditangkap Dit Polairud Polda Babel

Aksi kejahatan pelaku perompakan di Pulau Punai, akhirnya berhasil dihentikan Dit Polairud Polda Bangka Belitung.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi borgol 

POSBELITUNG.CO -- Aksi kejahatan pelaku perompakan di Pulau Punai, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dilakukan pemuda bernama Megi (25) akhirnya berhasil dihentikan Dit Polairud Polda Bangka Belitung.

Pelarian Megi  yang menjadi buronan ini berakhir setelah ditangkap polisi pada tanggl 1 Juni 2022 lalu.

Warga Dusun Kuala Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan ini  buron sejak 24 Juli 2019 lalu.

Saat digiring petugas kepolisian dalam konferensi pers ungkap kasus yang dilakukan jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung, pada Senin (6/6/222) siang terlihat Megi menggunakan baju oranye dengan menggunakan masker.

Baca juga: Tak Perlu Resah Isu Ketersediaan Hewan Kurban, Akhir Pekan Sapi dan Kambing Mulai Berdatangan

Baca juga: Basarnas Pangkalpinang Gelar Pelatihan Potensi SAR di Belitung

Ia terlihat tertunduk ketika digiring anggota polisi saat konfrensi pers tersebut.

Aksi kejahatan yang dilakukan Megi tidak sendirin.

Dia merompak di laut  bersama dua rekan lainya yang terlebih dahulu ditangkap polisi. 

Kedua rekannya Rudi alias Metal dan Hendra ini, telah terlebih dahulu ditangkap dan sekarang sudah mendekam di penjara.

Mereka berdua, telah menjalani putusan pengadilan (inchraht) selama dua tahun di Lapas kelas II A Pangkalpinang.

Diakui Megi saat diwawancara Bangkapos.com, selama buron besembunyi hingga ke daerah, Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

"Saya lari ke Bekasi selama DPO, merompak baru sekali saya lakukan," ungkap Megi kepada wartawan di konfrensi pers Polda Bangka Belitung, Senin (6/6/2022) yang dipimpin Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Maladi, didampingi Direktur Polairud Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Donny Adityawarman.

Menurutnya saat beraksi  mereka membawa senjata api rakitan jenis revolver.

Senjata itu hanya untuk menakut-nakuti nelayan agar menyerahkan baramg yang mereka minta.

"Cuma untuk menakut-nakuti nelayan, barang yang kami ambil mesin kapal, untuk beli minum-minuman," katanya.

Konferensi pers ungkap kasus hukum yang dilakukan jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung, pada Senin (6/6/222) siang. Diantaranya pelaku perompakan di Pulau Punai Toboali.
Konferensi pers ungkap kasus hukum yang dilakukan jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung, pada Senin (6/6/222) siang. Diantaranya pelaku perompakan di Pulau Punai Toboali. (Bangkapos.com/Riki Pratama)
Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved