Berita Kriminalitas

Buron Selama Dua Tahun, Pelaku Perompakan di Bangka Selatan Ditangkap Dit Polairud Polda Babel

Aksi kejahatan pelaku perompakan di Pulau Punai, akhirnya berhasil dihentikan Dit Polairud Polda Bangka Belitung.

Penulis: Riki Pratama | Editor: nurhayati
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Ilustrasi borgol 

Direktur Polairud Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Donny Adityawarman, mengatakan Megi, merupakan daftar pencarian orang nomor dengan nomor DPO/03 / VII / 2019/DitPolairud, 24 Juli 2019.

Penangkapan terjadi, pada Rabu 1 Juni 2022 personel Subdit Gakkum Dit Polairud Polda Babel mendapatkan informasi tentang keberadaan DPO atas nama Megi.

"Selanjutnya pada Kamis 2 Juni 2022 tim opsnal berangkat menuju perairan pesisir Kabupaten OKI Provinsi Sumatera Selatan menggunakan sarana speed lidah," kata Donny.

Baca juga: Usai Abadikan Perjalanan Saat Pulang Melaut, Dua Pemancing Tewas Tersambar Petir Tewas, Tiga Selamat

Kemudian, pada Jum’at 3 Juni 2022 pukul 10.15 WIB tim opsnal mendapatkan informasi  DPO Megi sedang keluar untuk membeli udang di kapal-kapal nelayan. 

"Sekitar 11.25 Wib tim opsnal melihat speed dengan ciri-ciri yang disampaikan tersebut langsung dilakukan pengejaran dan memberikan tembakan peringatan," lanjutnya.

Akhirnya, kata Donny, speed lidah pelaku tersebut berhenti, dan di dapat tersangka Megi berada dalam speed lidah tersebut. 

Selanjutnya Megi diamankan dan dibawa ke mako Dit Polairud Polda Babel.

Donny juga menyampaikan terkait kronologi perompakan, terjadi pada Kamis 31 Januari 2019 lalu.

Kejadian perompakan dilakukan saat malam hari, sekitar pukul 17.00 WIB.

" Perompak ini, melakukan perompakan terhadap dua unit perahu nelayan kecil yang sedang melakukan penangkapan ikan di Perairan Pulau Punai Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan,"kata Donny didampingi Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Pol Maladi.

Dikatakanya, mereka menggunakan satu unit speed lidah, dengan cara  menghampiri perahu nelayan di laut.

"Kemudian pelaku menyuruh mengangkat/membuka mesin perahu serta mengambil peralatan lainnya dengan cara mengancam korban. Dengan menggunakan senjata api rakitan jenis revolver dan senjata tajam jenis pedang, setelah mengambil barang-barang pelaku meninggalkan perahu nelayan," tegasnya.

Untuk modus operandi, kata Donny, pelaku dan dua rekan lainnya, sebelum melakukan perompakan terlebih dahulu berputar-putar di perairan Toboali dan sekitarnya untuk mencari perahu nelayan-nelayan.

"Apabila telah menemukan perahu yang akan di rompak, pelaku terlebih dahulu menanyakan kepada nelayan tersebut berasal darimana, apabila nelayan berasal dari Provinsi Sumatera Selatan, para pelaku membiarkan dan melepasnya, jika berasal dari luar Provimdi Sumatera Selatan akan menjadi target atau korban pelaku," ungkap Donny.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved