Perang Rusia dan Ukraina

Rusia Serbu Gudang Penyimpanan Roket Himars AS di Ukraina, Kemampuannya Bisa Tandingi Senjata Moskow

Sistem Rudal Himars Amerika Serikat membuat Vladimir Putin khawatir bila digunakan Ukraina untuk melakukan perlawanan

Editor: Hendra
US Army
Sistem peluncur roket terbaru buatan AS bernama M142 HIMARS diberikan Presiden Amerika Serikat Joe Biden ke Rusia untuk membantu persenjataan militer Ukraina melawan Rusia 

POSBELITUNG.CO -- Amerika Serikat mengirim sistem roket terbarunya ke Ukraina telah memancing kemarahan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Minggu (5/6/2022) pagi, Rusia menggempur Ukraina dengan sasaran targetnya adalah Kota Kyiv menggunakan rudal berpresisi tinggi.

Sasaran tersebut untuk menghancurkan gudang senjata kiriman Amerika Serikat untuk Ukraina.

Khawatir sistem rudal milik Amerika Serikat yang diberikan ke Ukraina bisa membuat kewalahan, Rusia pun menggempurnya habis-habisan.

Baca juga: Ditertawakan Vladimir Putin, 30 Anggota NATO Kalah Lawan Rusia, Kroasia Akui Sanksi Eropa Tak Mempan

Sistem rudal Amerika Serikat tersebut merupakan salah satu senjata yang bisa membuat Rusia kewalahan bila digunakan oleh Ukraina untuk melakukan perlawanan.

AS akan mengirim sistem roket canggih ke Ukraina saat Rusia memperketat cengkeraman di Sievierodonetsk

Dilaporkan The Guardians, sistem M142 Himars (Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi) adalah versi roda-mount yang dimodernisasi, lebih ringan dan lebih gesit dari M270 MLRS yang dipasang di trek yang dikembangkan pada tahun 1970-an untuk pasukan AS dan sekutu.

Anggota layanan Ukraina terlihat di lokasi pertempuran dengan kelompok penyerang Rusia di ibukota Ukraina, Kyiv, pada pagi hari 26 Februari 2022, menurut personel layanan Ukraina di tempat kejadian. - Tentara Ukraina memukul mundur serangan Rusia di ibu kota, kata militer pada 26 Februari setelah Presiden Volodymyr Zelensky yang membangkang bersumpah bahwa negaranya yang pro-Barat tidak akan ditundukkan oleh Moskow. Ini dimulai pada hari ketiga sejak pemimpin Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi skala penuh yang telah menewaskan puluhan orang, memaksa lebih dari 50.000 orang meninggalkan Ukraina hanya dalam 48 jam dan memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Eropa. (Photo by Sergei SUPINSKY / AFP)
Anggota layanan Ukraina terlihat di lokasi pertempuran dengan kelompok penyerang Rusia di ibukota Ukraina, Kyiv, pada pagi hari 26 Februari 2022, menurut personel layanan Ukraina di tempat kejadian. - Tentara Ukraina memukul mundur serangan Rusia di ibu kota, kata militer pada 26 Februari setelah Presiden Volodymyr Zelensky yang membangkang bersumpah bahwa negaranya yang pro-Barat tidak akan ditundukkan oleh Moskow. Ini dimulai pada hari ketiga sejak pemimpin Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi skala penuh yang telah menewaskan puluhan orang, memaksa lebih dari 50.000 orang meninggalkan Ukraina hanya dalam 48 jam dan memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di Eropa. (Photo by Sergei SUPINSKY / AFP) (AFP/SERGEI SUPINSKY)

Himars yang Washington berikan ke  Ukraina akan memiliki jangkauan sekitar 50 mil (80km), seorang pejabat AS mengatakan kepada wartawan.

Unit Himars membawa satu pod berisi enam peluru kendali 227mm (M270 membawa dua pod), atau satu pod besar yang dimuat dengan rudal taktis Army Tactical Missile System (ATACMS).

AS tidak akan memasok Ukraina dengan ATACMS, yang memiliki jangkauan 300 km.

Dengan kru kecil, Himars dapat mengeluarkan pod bekas dan memuat yang baru dalam hitungan menit, tanpa bantuan kendaraan lain.

Para kru akan membutuhkan beberapa pelatihan.

Militer AS sudah memiliki unit Himars di Eropa; dan sekutu NATO Polandia dan Rumania telah memperoleh sistem tersebut.

Mengapa Himars Dianggap  Berharga?

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved