Perang Rusia dan Ukraina

Pejabat Rusia Marah, Ancam Habisi Separuh Eropa dengan Satan 2, Lebih Mengerikan dari Bom Hiroshima

Kekuatan Rudal RS-Sarmat atau Satan II milik Rusia kekuatan 1000 kali lebih besar dari bom nuklir AS saat dijatuhkan ke Hiroshima dan Nagasaki

Editor: Hendra
istimewa
Ilustrasi bom nuklir 

POSBELITUNG.CO --  Rusia telah mendapatkan banyak sanksi dari sejumlah negara Uni Eropa atas invasinya ke Ukraina.

Diketahui sejumlah negara di dunia menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Rusia, termasuk mengembargo minyak dan gas.

Tak sampai disitu saja, rupanya sanksi lainnya adalah beberapa negara eropa malah menutup pintu masuk bagi sejumlah pejabat tinggi Rusia.

Hal ini menyebabkan pejabat Rusia tak bisa keluar dari negaranya sendiri.

Baca juga: Rusia Serbu Gudang Penyimpanan Roket Himars AS di Ukraina, Kemampuannya Bisa Tandingi Senjata Moskow

Kejadian ini dialami oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, saat hendak melakukan perjalanan ke Serbia.

Dikutip Posbelitung.co dari TribunWow yang melansir dari The Sun, Selasa (6/6/2022), kejadian ini membuat Direktur Jenderal Roscosmos, badan ruang angkasa Rusia, Dmitry Rogozin marah besar.

Bahkan Dmitry Rogozin mengancam akan memusnahkan separuh Eropa dengan rudal nuklir karena sudah mengisolasi sejumlah pejabat tingginya.

Ia mengancam separuh Eropa bisa hancur lebih hanya dengan kekuatan, rudal RS-28 Sarmat berjuluk Satan II.

Satan 2, rudal super baru buatan Rusia / Foto : Metro.co.uk
Satan 2, rudal super baru buatan Rusia / Foto : Metro.co.uk (Foto : Metro.co.uk)

Bila Satan II sudah diluncurkan, tak peduli lagi ruang udara tertutup atau terbuka akan tetap mencapai target yang diinginkkannya.

Ancaman ini ditujukan Rogozin kepada Bulgaria, Rumania dan Montenegro.

Tiga negara ini telah menutup ruang udaranya saat pejabat elit Rusia hendak melakukan perjalanan ke luar negeri.

Politikus itu juga memperingatkan negara-negara tersebut tidak ada yang dapat menghentikan rudal RS-28 Sarmat atau Satan II milik Rusia jika sudah diluncurkan.

"Apakah anda tahu apa yang baik tentang Sarmat?," kata Rogozin.

"Itu tidak akan meminta izin terbang dari pengecut Bulgaria, pendendam Rumania dan Montenegro - yang mengkhianati sejarah kebersamaan kita."

Baca juga: Ditertawakan Vladimir Putin, 30 Anggota NATO Kalah Lawan Rusia, Kroasia Akui Sanksi Eropa Tak Mempan

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved