Advertorial

Bupati Paparkan Hasil Kinerja Efektif Pembangunan di Kampus (STPMD) “APMD” Yogyakarta

Belitung itu dari segi mineral semuanya ada lengkap, hanya batu bara yang tidak ada. Kemudian secara flora fauna, flora kita komplet.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Tedja Pramana
IST
Bupati Belitung Sahani Saleh Foto bersama di STPMD APMD Yogyakarta 

POSBELITUNG.CO - Apa yang H Sahani Saleh SSos lakukan selama memimpin Belitung sebagai bupati dua periode dan satu periode sebelumnya sebagai wakil bupati adalah mengimplementasikan teori yang ia dapat selama menimba ilmu di APMD ini.

Dengan praktik, teori hanya 20 persen, selebihnya 80 persen adalah nekad, modal keberanian sebagai bagian dari semangat membangun Belitung hingga bertumbuh seperti yang dikenal selama ini.

Beberapa tahun terakhir, Belitung bisa dikatakan berhasil bertransformasi dari daerah tambang menjadi pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian.

Kearifan lokal dan adat istiadat dalam tatanan sosial yang menjadi entry point H Sahani Saleh SSos dalam memimpin Belitung menuju terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, sejahtera, berdaya saing serta maju di berbagai sektor kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Belitung, H Sahani Saleh SSos  saat menjadi narasumber pada Kuliah Umum Program Studi Pembangunan Sosial, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” Yogyakarta, dengan tema Manifestasi Kinerja Efektif dalam Pembangunan Sosial Berkeadilan pada Rabu (8/6) di ruang M Soetopo STPMD "APMD" Yogyakarta.

"Belitung itu dari segi mineral semuanya ada lengkap, hanya batu bara yang tidak ada. Kemudian secara flora fauna, flora kita komplet dan ditetapkan oleh UNESCO sebagai Taman Bumi Global (Geopark). Selain itu,  Belitung juga dikenal dengan 10 Bali baru, dan sekarang Belitung tengah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah pertemuan para menteri pembangunan pada Development Working Group Meeting (DWG), yang rencananya akan dilaksanakan 7-9 September mendatang,” ujar Bupati.

Menurut Bupati, penetapan sebagai Taman Bumi Global dan 10 Bali baru merupakan bentuk capaian dari kinerja efektif hasil dari implementasi ilmu sosial dari kampus dan juga pengalaman.

"Ilmu dari akademisi itu sebagai basic kita. Kemudian digabungkan dengan teori di lapangan," katanya.

Di samping itu, dukungan kondisi yang aman dan kondusif dari masyarakat yang majemuk menjadi kunci capaian dari kinerja efektif dalam pembangunan sosial berkeadilan di Kabupaten Belitung.

"Agama dan budaya apapun ada di Belitung, tapi alhamdulillah tidak pernah ada benturan dari  unsur SARA tersebut. Karena kita harus memahami masyarakat supaya bisa meredam gejolak apa saja. Kemudian secara ekonomi kita aman, itulah yang menyebabkan situasi kondusif, dan pemahaman ini saya dapat ilmunya dari APMD," ucap Bupati.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved