Berita Belitung

Dua Bulan Berturut Inflasi Tanjungpandan Tertinggi se-Indonesia Akibat Naiknya Harga Kebutuhan Pokok

Menurutnya, pemerintah harus menjaga kestabilan harga agar berdampak baik bagi konsumen maupun produsen.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
Grafis Tribun/Didik Ahmadi
Ilustrasi inflasi 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung mencatat, sejak awal tahun inflasi yang terjadi di Kota Tanjungpandan fluktuatif.

Pada Februari 2022, inflasi yang terjadi terendah dibanding daerah lainnya di Indonesia. Sedangkan pada April dan Mei 2022, inflasinya tertinggi dari 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK).

Pada April 2022, Kota Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 2,58 persen. Kemudian pada Mei 2022 inflasinya sebesar 2,24 persen.

Inflasi berpengaruh dan merugikan karena gaji atau penghasilan menjadi stagnan, tetapi biaya pengeluaran atau belanja membengkak karena kenaikan harga barang atau jasa yang menjadi kebutuhan utama.

"Inflasi yang terlalu fluktuatif ini tidak baik, karena artinya tidak ada pengendalian," kata Kasi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Kabupaten Belitung, Marta Puspitasari, Rabu (15/6/2022).

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian indeks kelompok pengeluaran. Kenaikan harga terutama terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,51 persen.

Jika kenaikan harga komoditas di pasaran dibiarkan, Marta memprediksi pada Juni ini Belitung akan kembali mengalami inflasi. Kondisi ini terlihat dari naiknya harga bahan kebutuhan pokok seperti cabai rawit, cabai keriting, bawang merah, sayuran, ayam, dan telur dalam dua pekan awal Juni.

Tingginya gejolak harga di pasaran berpengaruh pada kondisi perekonomian, terutama masyarakat sebagai konsumen. Menurutnya, pemerintah harus menjaga kestabilan harga agar berdampak baik bagi konsumen maupun produsen.

Apalagi Belitung memiliki struktur wilayah kepulauan, sehingga harga kebutuhan pokok sangat berpengaruh dengan kondisi cuaca dan distribusi yang bergantung dari luar daerah.

"Jika dibiarkan, kemungkinan akan inflasi sampai Iduladha dan tahun ajaran baru siswa masuk sekolah," imbuhnya.

Secara nasional, target inflasi yang terjadi yakni antara 2-4 persen. Sedangkan hingga Mei saja, BPS Kabupaten Belitung mencatat inflasi yang terjadi di Kota Tanjungpandan yakni sebesar 4,58 persen.

"Tahun lalu Tanjungpandan inflasinya 4,01 persen. Sedangkan ini sudah 4,58 padahal masih ada momen hari besar seperti Iduladha dan Natal. Tinggal beberapa bulan lagi untuk menunjukkan upaya pengendalian dari pemerintah daerah agar inflasi dapat mencapai target," tuturnya. ( Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved