Advertorial
Dinkes Beltim Ajak Rembuk Bersama dan Kolaborasi Percepatan Penanganan Stunting
Dinkes Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Belitung Timur (Beltim) menggelar rembuk stunting sebagai komitmen penanganan stunting
Penulis: Adelina Nurmalitasari |
POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Belitung Timur (Beltim) menggelar rembuk stunting sebagai komitmen dalam mempercepat penanganan stunting. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Gunung Lumut Kantor Bappelitbangda tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar. Hadir pula Kepala DKPPKB M. Yulhaidir, Kepala Bappelitbangda Mahtur Noviansyah, Kepala Dinas Perikanan Yeni Hartati, stakeholder terkait, serta camat dan kepala desa.
Dalam sambutannya, Kepala DKPPKB Beltim Yulhaidir mengemukakan bahwa Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan 30,8 persen atau sekitar 7 juta balita menderita stunting. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, berdasarkan SSGI 2021 angka prevalensi balita stunting sebesar 18,6 persen dan Kabupaten Belitung Timur menempati peringkat kedua tertinggi yaitu sebesar 22,6 persen.
"Tingginya angka stunting di Indonesia mendorong pemerintah untuk gencar menangani permasalahan stunting. Namun dalam hal perumusan kebijakan seringkali terkendala oleh keterbatasan informasi terkait penetapan sasaran program," ujarnya, Selasa (28/6/2022).
Makanya, Yulhaidir menyebut bahwa dalam peningkatan penggerak kan program penurunan stunting memerlukan sinergitas, integrasi dan akselerasi serta komitmen para pemangku kebijakan dan mitra kerja.
Kegiatan rembuk stunting yang digelar juga memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor/lembaga pemerintah. Serta. masyarakat di lokasi prioritas dan menghasilkan komitmen serta rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi yang telah disepakati.
Rembuk stunting yang dihadiri lintas sektoral tersebut juga memuat materi yang disampaikan narasumber. Seperti Wabup Beltim menyampaikan penguatan konvergensi percepatan penurunan stunting dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bangka mengenai upaya strategis dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bangka. Serta Bapelitbangda Kabupaten Belitung Timur mengenai analisis situasi stunting tahun 2021-2022 di Kabupaten Belitung Timur.
Kegiatan tersebut juga bertujuan menyampaikan hasil analisis situasi dan rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting kab/kota terintegrasi. Juga mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi dan membangun komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi di Kabupaten Belitung Timur.
Sementara itu, Wakil Bupati Beltim Khairil Anwar dalam sambutannya mengatakan persoalan stunting menjadi satu di antara permasalahan serius yang perlu mendapatkan perhatian semua pihak, baik pemerintah pusat, stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat.
"Rembuk stunting merupakan langkah penting dalam memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting yang dilakukan secara bersama-sama," katanya.
Khairil mengajak dan mengimbau semua pihak untuk menyadari pentingnya kekompakan dan kerjasama yang baik antara seluruh unsur yang ada, baik dari pemerintah, swasta dan masyarakat. Hal tersebut dalam mendukung terwujudnya masyarakat dengan konsumsi gizi seimbang, percepatan perbaikan gizi, pemenuhan sanitasi dasar dengan menyusun rencana kegiatan penganggaran sesuai lokus yang disepakati bersama dan akan diperluas secara bertahap dengan upaya yang maksimal. Dengan demikian diharapkan agar mendapatkan hasil yang baik dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif dan berdaya saing khususnya bagi masyarakat Kabupaten Belitung Timur.
"Besar harapan saya, melalui kegiatan rembuk stunting ini dapat menghasilkan komitmen publik secara terintegrasi dalam percepatan penurunan stunting dan terlaksananya kesepakatan mengenai rencana kegiatan intervensi penurunan stunting yang telah disepakati oleh lintas sektor terkait," ucapnya.
Di akhir kegiatan lintas sektoral seperti instansi vertikal, camat, kepala desa, organisasi profesi, kader posyandu, perwakilan media, dan lainnya juga menandatangani komitmen percepatan penanganan stunting. (adv/del)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/Penandatanganan-komitmen-percepatan-penanganan-stunting-pada-kegiatan-rembuk-stunting.jpg)