Berita Bangka Selatan

Harga TBS Sawit Rp500 Per Kilogram, Petani Bangka Selatan : Bagaimana Kami Memenuhi Kebutuhan Hidup?

Harga TBS sawit yang sebelumnya sekitar Rp1.000 per kilogram, saat ini hanya berkisar Rp500 per kilogram.

Penulis: Novita CC | Editor: Novita
bangkapos.com
Produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. Petani di Bangka Seltan mengeluhkan harga TBS sawit hanya Rp500 per kilogram. 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Para petani sawit mengeluh akibat turunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) beberapa minggu belakangan.

Harga TBS sawit yang sebelumnya sekitar Rp1.000 per kilogram, saat ini hanya berkisar Rp500 per kilogram.

Bukan hanya TBS sawit yang turun, para petani juga mengeluhkan harga pupuk subsidi maupun non subsidi yang melambung di pasaran.

Para petani sawit di Kabupaten Bangka Selatan merasakan harga TBS sawit turun dratis.

Wiwin (42), seorang petani sawit di Desa Jeriji, Kecamatan Toboali. Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, merasa sangat prihatin dengan turunnya harga TBS sawit sekarang ini.

"Sudah tiga hari harga buah sawit kami dibeli oleh pengepul hanya Rp500 hingga Rp600 per kilogramnya. Sebelumnya bisa mencapai harga Rp900 rupiah per kilogram. Sedangkan pabrik sekarang membeli buah sawit bisa mencapai Rp900 rupiah hingga Rp950 rupiah per kilogram, akan tetapi petani harus mengantar buah tersebut ke pabrik," beber Wiwin kepada Bangkapos.com, Kamis (30/6/2022).

"Kemarin sempat pengepul di daerah kami tidak mau membeli buah sawit, dengan alasan karena PKS (Pabrik Kelapa Sawit) sedang tutup," tambahnya

Wiwin tak hanya mengeluhkan turunnya harga TBS sawit yang turun. Namun juga harga pupuk mahal dan pembatasanembelian bagi petani, terutama pupuk subsidi.

" Harga pupuk untuk yang subsidi masih stabil seperti kemarin-kemarin, tapi kami petani dibatasi membelinya per kelompok, kalau mau beli pupuk non subsidi lumayan mahal. Satu karungnya bisa mencapai Rp500 ribu dengan berbagai jenis merek. Tidak semuanya sama, ada kualitas yang bagus, biasa dan murah," tutur Wiwin

Ia bersama petani berharap kepada pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat, segera memperhatikan harga buah sawit. Jangan sampai petani mengeluhkan harga yang murah, sementara buah sawit sedang banyak-banyaknya untuk dipanen.

"Kami sebagai petani sawit, sangat mengharapkan perhatian dari pemerintah untuk harga buah sawit. Jika turun terus, bagaimana kami mau memenuhi kebutuhan hidup? Apalagi sekarang serba mahal. Sekarang buah kami lagi banyak-banyak untuk dipanen. Apabila tidak dijual akan busuk, akan tetapi harga murah, jadi kami terpaksa jual dan pasti rugi banyak," ucap Wiwin sembari mengelus dada merasakan harga sawit murah.

Sedangkan para petani sawit rata-rata saat ini sedang panen. Namun dengan harga murah petani mengeluh dan merasa rugi bila menjual buah sawit murah.

Datangi Kemendag

Sementara itu, wakil rakyat di DPRD Provinsi Bangka Belitung, akhirnya menepati janjinya untuk mendatangi Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI pada Selasa (28/6/2022) lalu.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved