Jangan Salah Paham Ya, Pengendara Roda Dua Tak Perlu Beli Pertalite Pakai MyPertamina

Uji coba implementasi penyaluran BBM bersubsidi menggunakan MyPertamina hanya diberlakukan bagi pengendara roda 4 atau lebih.

Editor: Fitriadi
Kompas.com
Uji coba penyaluran BBM bersubsidi menggunakan MyPertamina hanya diberlakukan bagi pengendara roda 4 atau lebih mulai 1 Juli 2022. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Mulai 1 Juli 2022 pemilik kendaraan bermotor di 11 daerah kabupaten dan kota di Indonesia wajib menggunakan aplikasi MyPertamina saat membeli Pertalite dan Solar di SPBU.

Uji coba pembelian Pertalite dan Solar menggunakan MyPertamina ini dilakukan oleh PT Pertamina Patra Niaga, perusahaan anak PT Pertamina (Persero).

PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan proses uji coba implementasi penyaluran BBM bersubsidi menggunakan MyPertamina hanya diberlakukan bagi pengendara roda 4 atau lebih.

Dengan demikian, pengendara roda 2 alias pengendara motor belum diwajibkan daftar MyPertamina untuk membeli Pertalite.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting mengatakan, Pertamina Patra Niaga akan melakukan uji coba pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar dengan skema baru.

Dalam skema baru tersebut, hanya pembeli terdaftar di MyPertamina yang dapat membeli Pertalite dan Solar di SPBU perusahaan migas pelat merah itu.

"Pembelian BBM untuk roda dua (motor) sementara masih seperti biasa," kata Irto Ginting pada Rabu (30/6/2022), dikutip dari Kompas.com.

Irto mengatakan, kewajiban pendaftaran MyPertamina untuk pengendara motor masih akan melihat keberlangsungan implementasi skema baru penyaluran BBM subsidi nanti.

"Kita lihat nanti progresnya," kata dia.

Adapun, skema baru pembelian Pertalite dan Solar diterapkan oleh Pertamina untuk meminimalisir salah sasaran penyaluran kedua jenis BBM subsidi tersebut.

Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) tengah melakukan kajian mengenai rencana pembatasan pembelian Pertalite.

Anggota Komite BPH Migas Saleh Abdurrahman mengungkapkan, kajian dilakukan pada kendaraan roda 4 di atas 2.000 cc.

"Sementara hasil kajiannya begitu (untuk kendaraan di atas 2.000 cc)," kata Saleh.

Sementara untuk kendaraan roda dua, kajian dilakukan untuk sepeda motor di atas 250 cc.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved