Berita Kriminal

Polres Beltim Gelar Konferensi Pers, Ungkap Motif Balas Dendam hingga Kasus Perusahaan Kelapa Sawit

Akhirnya pihak kepolisian memberikan jawaban resmi terkait motif pembacokan di Cendil, Kelapa Kampit, Belitung Timur (Beltim) beberapa waktu lalu .

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Suasana konferensi pers Polres Beltim yang dipimpin Kapolres AKBP Taufik Noor Isya, Senin (4/7/2022).(Posbelitung.co/Bryan Bimantoro) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Akhirnya pihak kepolisian memberikan jawaban resmi terkait motif pembacokan di Cendil, Kelapa Kampit, Belitung Timur (Beltim) beberapa waktu lalu. Kapolres Belitung Timur AKBP Taufik Noor Isya, Senin (4/7/2022) menyatakan, peristiwa itu dilandasi motif balas dendam oleh pelaku terhadap keluarga korban.

"Saya kira tidak perlu didebatkan lagi masalah percobaan pembunuhan itu. Motifnya murni karena unsur dendam, tidak ada unsur yang lain. Saya juga bermohon kepada masyarakat secara umum, jangan kita berbicara masalah ras dan suku. Tetap jaga kerukunan antar kita," kata Kapolres, hari ini, saat konferensi pers kasus yang ditangani Polres Belitung Timur selama semester 1, 2022, Senin (4/7/2022).

Diketahui juga pelaku merupakan mantan pegawai di rumah korban. Namun karena sesuatu hal, pelaku tidak lagi bekerja di tempat tersebut. Sejak itulah muncul keinginan balas dendam oleh pelaku sehingga membuat pelaku berinisiatif ingin membunuh korban.

Sementara itu, selain kasus pembacokan yang akhirnya masuk ke percobaan pembunuhan, beberapa kasus lainnya juga diutarakan oleh Polres Belitung Timur, saat konferensi pers digelar.

Kasus yang dimaksud masing-masing kasus pencabulan 14 anak SD, pemalsuan uang, dua kasus penyalahgunaan narkotika, penambang ilegal di kawasan hutan lindung dan kasus pemberian sanksi administratif kepada dua perusahaan besar kelapa sawit di Belitung Timur.

Terkait kasus pelanggaran administratif di dua perusahaan kelapa sawit di Belitung Timur itu, Taufik menjelaskan hal itu karena mereka menggarap kawasan hutan lindung hingga pembagian plasma kepada masyarakat yang tidak jelas.

"Kami lakukan penyelidikan dan juga bergabung dengan BPN dan dinas terkait sudah memeriksa saksi-saksi hingga ke Jakarta. Sudah koordinasi juga dengan Kementerian dan Bareskrim berkomitmen mengawal kasus ini hingga selesai," kata Kapolres.

Sanksi yang akan nantinya diterima oleh perusahaan jika bersalah yaitu denda atau pajak yang harus dibayarkan selama berlangsungnya kegiatan perkebunan dari dua perusahaan. Sanksi paling berat yaitu dicabutnya HGU atas dua perusahaan tersebut.

"Nanti hasil ini akan kami laporkan secara tertulis sampai dengan ke Mabes Polri maupun ke Kementerian terkait untuk penerapan sanksi administratif," katanya.

Sementara itu konferensi pers dihadirkan beberapa pelaku kasus dan juga barang bukti yang berhasil diamankan oleh kepolisian. Ikut hadir dalam konferensi pers, Wakapolres Kompol Agus Handoko, Kasat Reskrim Iptu Fajar Riansyah Pratama dan perwakilan BPN/ATR Belitung Timur. ( Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved