Advertorial

Belitung Timur Capai 100 Persen Tanpa BABS, Tim Verifikator ODF Babel Sampaikan Hasil Verifikasi

Dalam mencapai hal tersebut, Dinas kesehatan dan puskesmas gencar mendorong penambahan akses jamban yang berasal dari dana masyarakat secara mandiri

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: M Ismunadi
Adel
Penyampaian Hasil Verifikasi ODF di Ruang Rapat Bupati Belitung Timur 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Belitung Timur (Beltim) kini mencapai 100 persen open defecation free (ODF) atau tanpa buang air besar buang sembarangan (BABS).

Hasil verifikasi lapangan oleh tim verifikator Bangka Belitung bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Beltim di beberapa desa sampel disampaikan di ruang rapat bupati, Selasa (5/7/2022).

Acara dihadiri Bupati Burhanudin, Danramil Manggar Mayor Inf Djoko Lelono, serta kepala dinkes yang diwakili Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Supeni bersama jajaran. Hadir pula perwakilan puskesmas serta Tim Verifikator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Bangka Belitung.

Supeni dalam sambutannya menyampaikan, perkembangan desa ODF dari 2017 hingga 2022. Pada 2017 lalu hanya ada lima desa yang sudah dinyatakan ODF atau tak ada warga yang BABS. Jumlah tersebut terus meningkat hingga akhirnya total 39 desa se-Beltim lulus ODF pada tahun ini.

Dalam mencapai hal tersebut, Dinas kesehatan dan puskesmas gencar mendorong penambahan akses jamban yang berasal dari dana masyarakat secara mandiri. Ada pula bantuan TNI melalui program 1.000 jamban dan sumbangan pihak swasta melalui dana corporate social responsibility (CSR).

"Dinas PUPR dalam dua tahun membantu desa membangun jamban, serta dari pemdes (pemerintah desa) melalui dana desa," ujar Supeni.

Kerja Sama lintas sektor inilah yang kemudian mewujudkan Beltim ODF 100 Persen yang kemudian diverifikasi l. Ada empat desa sebagai sampel dari 39 desa. Verifikasi lapangan dilakukan selama dua hari pada 4-5 Juli 2022, yakni di Desa Lenggang, Simpang Tiga, Lalang, dan Desa Lalang Jaya.

Bupati Aan mengapresiasi langkah dan kerja keras bersama puskesmas, PKK, hingga kepala desa dalam melakukan pendekatan masyarakat agar dapat meningkatkan akses buat mencapai ODF.

"Alhamdulillah semua buka tangan untuk membantu masyarakat Beltim. Dari semua OPD dan pemda, apa yang kamu lakukan dan laksanakan bukan ingin mengejar prestasi, tapi paling prinsip kuncinya kepada agama, kebersihan pangkal iman, masalah BAB urusan yang harus ada pada setiap manusia. Ini harus di bangun komitmennya, baru berbicara pariwisata," ujarnya.

Komitmen ODF, lanjut Aan, juga perlu di bangun dalam memberdayakan masyarakat sehingga menyadari kebersihan dan hidup sehat yang dimulai dari hal kecil yakni BAB.

Ketua Tim Verifikator STBM Bangka Belitung dr Hastuti juga mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan, termasuk komitmen kepala daerah dalam mewujudkan terpenuhinya ODF di Belitung Timur.

"Hal penting terwujudnya ODF tidak hanya ketersediaan fisik jamban tapi juga kesiapan mental dalam pemberdayaan masyarakat untuk menggunakan. Kami memastikan agar bisa berkesinambungan," katanya. (advertorial/del)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved