Breaking News:

Berita Belitung

Alat Berat Rambah Hutan Produksi Air Selumar, Jokie: Kita Kesulitan Hubungi Pemilik

Dua alat berat merek Hitachi oranye ini ditemukan terparkir di lokasi itu saat sembilan Polhut UPT KPHL Belantu Mendanau menyisir lokasi tersebut.

Penulis: Tedja Pramana | Editor: Tedja Pramana
Ist/UPT KPHL Belantu Mendanau
Dua alat berat merek Hitachi warna oranye beroperasi di kawasan hutan produksi Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Polisi hutan (Polhut) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Belantu Mendanau, Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) wilayah Kabupaten Belitung mendapati aktivitas tambang inkonvensional (TI) ilegal menggunakan dua unit ekskavator di kawasan hutan produksi (HP) Desa Air Selumar.

Dua alat berat merek Hitachi warna oranye ini ditemukan terparkir di lokasi itu saat sembilan Polhut UPT KPHL Belantu Mendanau menyisir lokasi tersebut, Kamis (7/7/2022).

Dua ekskavator yang diduga milik bos timah asal Belitung berinisial AW ini telah beroperasi dua hari membongkar lahan kawasan hutan produksi itu untuk dijadikan tambang timah ilegal.

Jokie Febriansyah, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kepegawaian dan Tata Usaha, UPT KPHL Belantu Mendanau, Dinas Kehutanan Provinsi Babel wilayah Kabupaten Belitung memastikan dua alat berat tersebut beroperasi di hutan produksi Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk.

Hal ini dibuktikan saat ditarik titik koordinat lokasi tersebut berdasarkan SK 978 Menhut II 2012 Perubahan Peruntukan KH Menjadi Bukan KH Provinsi Kepulauan Babel, ternyata lokasi itu benar masuk kawasan hutan produksi.

"Aktivitas tambang ilegal itu masuk ke hutan produksi, tapi apakah masuk HKM (hutan kemasyarakatan) atau LPHD (lembaga pengelola hutan desa), tapi biar bagaimanapun kawasan hutan itu tidak boleh ditambang dan tanam sawit," kata Jokie Febriansyah kepada posbelitung.co, Jumat (8/7/2022).

Menurut Jokie, setelah mendapat informasi adanya aktivitas tambang ilegal di HP Air Selumar dari salah satu media online, sembilan Polhut meluncur ke lokasi. Namun sesampainya di lokasi yang dimaksud, mereka hanya menemukan dua alat berat tanpa ada operatornya.

"Karena berita sudah terbit, maka Kamis pagi jam 08.00 WIB kami full berangkat ke lokasi. Di sana ada dua ekskavator, tidak ada kunci dan tidak ada operator. Alat berat ini digunakan mengolah lahan untuk tambang timah, sudah sekitar satu hektare," kata Jokie.

Menurut Jokie, dari informasi yang ia dapat, aktivitas tambang ilegal dan dua alat berat tersebut diduga milik bos timah asal Belitung berinisial AW yang berdomisili di Tanjungpandan. Menurutnya, informasi ini perlu diklarifikasi dengan mencari keberadaan AW tersebut.

"Informasinya milik AW, kita perlu klarifikasi dulu, kita minta kawan-kawan tolong dicek, keberadaan AW itu dimana. Tapi kita kesulitan untuk menghubungi AW pemilik lalat berat ini, sejak kemarin kita sudah berusaha menghubungi, tapi tidak bisa dihubungi," kata Jokie.

Dikatakan Jokie, secara dinas phaknya akan lapor ke Gakum KLHK setelah surat penghentian kegiatan dari UPT KPHL Belantu Mendanau, Dinhut Provinsi Kepulauan Babel wilayah Kabupaten Belitung ditujukan ke terduga pemilik tambang terbit.

"Perambahan hutan produksi untuk tambang ini menyalahi UU No 41 tahun 1999 tentang kehutanan. Untuk tindakan, secara aturan kita tidak punya wewenang, karena kita tidak punya PPNS. Maka kita koordinasi dengan Gakum KLHK. Untuk koordinasi dengan kepolisian kita nunggu dari dinas," kata Jokie.

Dikatakan Jokie, pihaknya hanya memiliki sembilan polhut untuk mengawasi 80 ribu hektare hutan negara di Belitung Barat. Dari 80 ribu hektare tersebut, ada sekitar 30 persen kehutanan sosial atau sekitar 28 ribu hektare.

"Mekanisme yang diberikan kementerian untuk hutan sosial itu, pengelolaannya oleh masyarakat seperti HKM, LPHD, HTR, HTI. Seharusnya salah satu fungsi mereka sebagai pengelola hutan adalah menjaga kawasan hutan. Dengan sepert ini seharusnya membuka kesadaran masyarakat, bahwa ini menjadi tanggungjawab mereka juga untuk menjaga kelestarian hutan," kata Jokie.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved