Perang Rusia dan Ukraina

Rusia Hendak Dikeroyok Amerika dan Barat, Vladimir Putin Tantang Balik: Mau Hancur Silakan Coba

Ukraina dijadikan medan perang terbuka Amerika dan Barat lawan Rusia, dihantam Putin dengan rudal Yars, negara di eropa bisa lenyap seketika

Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
AFP/ALEXANDER NEMENOV
Rusia menguji coba rudal balistik antar benua bernama Yars di sebuah hutan di Siberia Barat. Rudal berkekuatan nuklir ini bisa menjangkau hingga 7500 mil atau bisa menjangkau seluruh negara eropa. 

POSBELITUNG.CO, KYIV/BAKHMUT -  Amerika Serikat dengan para sekutunya negara barat akan turun langsung perang melawan Rusia.

Ukraina bakal dijadikan medan tempur oleh Amerika Serikat dan Barat.

Dengan dijadikannya Ukraina sebagai medan tempur, dipastikan negara dibawah kepemimpinan Presiden Volodymyr Zelensky itu bakal hancur lebur.

Hal ini sudah diingatkan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Putin sendiri sudah menyampaikan pesan secara lisan ke negara-negara Eropa termasuk Amerika Serikat.

Baca juga: Sumpah Vladimir Putin, Harga Mati Siap Lawan Amerika, Jangan Harap Bikin Negara Lain Sebagai Koloni

Bahkan Vladimir Putin menjanjikan negara barat yang ikut berperang nantinya akan mendapatkan konsekuensi yang sangat mengerikan.

Selama ini, negara Barat dibawah komando Amerika Serikat kata Putin sudah puluhan tahun melancarkan agresinya ke Moskow.

Kini dengan kekuatan besar yang dimiliki oleh Rusia, Putin mengingatkan eropa atau barat jangan coba-coba menyerang Rusia.

Tapi kalau siap menerima risikonya, Vladimir Putin mempersilakan Eropa atau Barat termasuk Amerika menyerang Rusia.

Akan tetapi lanjut Putin, bila terjadi perang terbuka antara Rusia vs Barat dibawah komando Amerika Serikat, yang bakal mengalami kerugian terbesar adalah Ukraina.

Vladimir Putin menyampaikan peringatan tersebut saat Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akan menggelar pertemuan tertutup menteri luar negeri pada pertemuan G20 di Indonesia pada hari Jumat (8/7/2022).

Mengutip Reuters, ini akan menjadi pertemuan pertama kalinya diplomat top Putin bertatap muka dengan penentang paling vokal dari invasi Rusia ke Ukraina yang dilancarkan pada bulan Februari.

Baca juga: Mafia Rebut Senjata Bantuan Amerika Cs ke Ukraina, Ditemukan di Timur Tengah, Dijual di Pasar Gelap

"Kami telah mendengar berkali-kali bahwa Barat ingin melawan kami sampai Ukraina terakhir. Ini adalah tragedi bagi rakyat Ukraina, tetapi tampaknya semuanya menuju ke arah ini," kata Putin dalam pidato yang disiarkan televisi kepada para pemimpin parlemen.

Putin menambahkan, Barat telah gagal dalam upayanya untuk menahan Rusia.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved