Berita Belitung

Wakil Bupati Belitung Tegaskan DWG G20 Tetap Lanjut, Hanya Tidak Dapat Anggaran Percepatan

Perwakilan Deputi Bappenas juga mengatakan, hasil konfirmasi dengan Menteri Bappenas menyatakan, acara tidak berubah, tetap dilanjutkan di Belitung.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie, hadir pada acara Dialog Ruang Kita Pos Belitung pada Jumat (15/7/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie, menegaskan, bahwa informasi pembatalan Belitung sebagai tuan rumah The Development Working Group (DWG) G20 tidak benar.

Menurutnya, surat dari Menteri Sekretaris Negara (Sesneg) yang beredar di kalangan awak media itu menjawab permintaan Kementerian PUPR yang ingin memasukkan daerah, satu di antaranya Belitung, yang diprioritaskan untuk percepatan pembangunan infrastruktur event DWG G20.

Tetapi dengan pertimbangan keuangan negara dan masukan beberapa kementerian, nama Belitung batal dimasukkan.

"Kami tidak tahu apa maksudnya bisa beredar di kalangan media, padahal pemda sendiri tidak pernah menerima surat itu," kata Siyak saat hadir pada Dialog Ruang Kita Pos Belitung pada Jumat (15/7/2022).

Ia mengakui, redaksional pada surat yang diterbitkan tanggal 4 Juli 2022 menimbulkan multitafsir.

Padahal yang dibatalkan itu bukan penyelenggaraan acara, tapi usulan untuk memasukkan nama Belitung ke Perpres, sehingga dapat menggunakan anggaran secara tidak biasa.

Namun hasil zoom meeting dengan Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamuluddin, telah disampaikan secara lengkap dengan meminta pendapat satu per satu perwakilan kementerian.

Menurutnya, perwakilan Kementerian Sesneg yang membuat surat tersebut, mengonfirmasi bahwa yang berwenang memutuskan kelanjutan G20 merupakan ranah Bappenas.

Perwakilan Deputi Bappenas yang hadir juga mengatakan, hasil konfirmasi dengan Menteri Bappenas menyatakan, acara tidak berubah tetap dilanjutkan di Belitung pada 7-9 September 2022.

Deputi Kemenko Perekonomian juga menyatakan, DWG G20 tetap dilaksanakan di Belitung sesuai keputusan Bappenas. Bahkan mereka akan menambah event beberapa pertemuan tingkat ASEAN di Belitung tahun 2023.

"Deputi Kemenko Marves juga hadir menyampaikan, kalau dibatalkan, harus ada koreksi dari kementerian terkait bahwa Belitung tidak siap. Tapi koreksinya tidak ada sampai sekarang," jelasnya.

Isyak juga menyayangkan semangat nasionalis kedaerahan sangat kurang. Karena banyak komentar netizen di media sosial yang senang mendengar Belitung batal sebagai tuan rumah DWG G20.

Menurutnya, netizen bersedih ketika dampak positifnya menghilang bagi Belitung. Terutama ketika masyarakat yang nantinya mobilnya dirental batal, warungnya dikunjungi 2000 delegasi batal, serta warung kopi dikunjungi orang banyak juga batal.

"Tapi untungnya, surat itu hanya mengonfirmasi bahwa Belitung tidak bisa mendapatkan bantuan anggaran APBN, khusus untuk percepatan pembangunan infrastruktur khusus G20," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved