Perang Rusia dan Ukraina

Terancam Jatuh Miskin, Ukraina Jual Cadangan Emas Buat Beli Pangan, Prediksi IMF Malah Lebih Parah

Makin banyak sanksi yang dijatuhkan barat, ternyata Rusia makin untung besar. Ukraina alami krisis pangan, Amerika bingung hadapi krisis global

Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
tribun timur
Iluistrasi: Ukraina jual cadangan emas buat beli pangan untuk rakyatnya yang sedang alami krisi ekonomi yang juga berimbas ke krisis ekonomi global 

POSBELITUNG.CO, KIEV – Ukraina kini terancam jatuh miskin setelah berbulan-bulan berperang melawan Rusia.

Perekonomian Ukraina kini anjlok ke level terendahnya hingga membutuhkan suntikan dana.

Untuk membantu mengatasi krisis ekonomi, Bank Sentral Ukraina pun akhirnya terpaksa menjual cadangan emas negaranya.

Total Ukraina menjual sebanyak Rp 185,78 trilliun dengan asumsi Rp 14.965 per dolar AS.

Mengutip dari Reuters penjualan emas tidak dilakukan hanya untuk mencukupi segala kebutuhan pokok warga Ukraina di tengah invasi yang dilakukan Rusia.

"Kami menjual (emas ini) sehingga importir kami dapat membeli barang-barang yang diperlukan untuk negara," jelas Wakil Gubernur Kateryna Rozhkova, Minggu (17/7/2022).

Sejak pasukan Rusia melakukan operasi militer di beberapa kota besar Ukraina, negeri ini mengalami penurunan pendapatan terus-menerus.

Kondisi ini membuat ekonomi Ukraina jatuh dan tertekan.

Sebelum Ukraina di invasi, Kiev biasanya rajin memasok puluhan ton kebutuhan pangan dan energi ke pasar global.

Namun setelah Rusia menyerang Ukraina segala aktivitas ekspor terpaksa diberhentikan.

Selain untuk memenuhi pasokan dalam negeri pemberhentian ini dilakukan untuk menghemat anggaran pengeluaran dalam produksi.

Kondisi ini membuat stok energi dan gandum menipis hingga memicu terjadinya krisis dan lonjakan harga di seluruh perdagangan pasar global.  

Berbagai cara telah dilakukan agar aktivitas ekspor yang dilakukan Ukraina bisa kembali berjalan dengan normal.

Salah satunya dengan menyalurkan bantuan miliaran dolar untuk memompa produksi Ukraina serta menjalin kesepakatan pembukaan blokade jalur laut hitam.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved