Berita Kriminalitas

Kejari Belitung Tunggu Penyerahan Berkas Perkara Pembunuhan Wanita Pemandu Lagu

Kasi Pidum Kejari Belitung Benny Wijaya turut hadir menyaksikan proses rekontruksi pembunuhan Fatma alias Dea Adelia (21)

Penulis: Dede Suhendar | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Tersangka Rahman Dahiri alias Hambali dibawa polisi usai proses rekontruksi pada Kamis (21/7/2022) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kasi Pidum Kejari Belitung Benny Wijaya turut hadir menyaksikan proses rekontruksi pembunuhan Fatma alias Dea Adelia (21), wanita pemandu lagu Kafe Suka Hati pada Kamis (21/7/2022).

Ia mengatakan pasca rekontruksi, Kejari Belitung akan menentukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menangani perkara tersebut.

Kemudian, pihaknya juga menunggu penyampaikan berkas perkara atau tahap satu dari penyidik Polres Belitung.

"Kami masih menunggu tahap satu, nanti kami melakukan penelitian berkas perkara. Kalau ada kekurangan syarat formil maupun materiil, kami akan memberikan petunjuk," ungkap Benny kepada Posbelitung.co.

Benny memang tidak menjelaskan terlalu rinci terhadap rekontruksi mengingat berkas perkara belum dilimpahkan.

Namun setidaknya gambaran tindak pidana sudah terlihat dalam setiap adegan rekontruksi.

Baca juga: Pembunuh Wanita Pemandu Lagu Karaoke di Belitung Diancam Pasal Pembunuhan Berencana

Baca juga: Rekontruksi Pembunuhan Wanita Pemandu Lagu di Belitung Yakinkan Polisi Ada Unsur Berencana

Sementara itu, penasehat hukum tersangka Heri dari Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) yang ditunjuk Polres Belitung menambahkan tidak terdapat fakta baru dalam reka adegan tersebut.

Menurutnya proses rekontruksi dilakukan untuk transparansi sebuah tindak pidana.

"Kalau fakta baru tidak ada. Karena rekontruksi ini sebagai transparansi dalam penanganan tindak pidana agar lebih terang setiap tahapannya," kata Heri.

Peragakan 21 Adegan

Sebelumya, Jajaran Satreskrim Polres Belitung menggelar rekontruksi atau reka adegan atas kejadian pembunuhan Fatma alias Dea Adelia (21), wanita pemandu lagu di Kafe Suka Hati pada Kamis (21/7/2022).

Tersangka Rahman Dahiri alias Hambali (34) memperagakan 21 adegan bersama saksi, disaksikan Kasat Reskrim Polres Belitung Iptu Edi Purwanto, Kasi Pidum Kejari Belitung Benny Wijaya dan penasehat hukum dari LKBH Heri.

Usai rekontruksi, polisi semakin yakin jika dugaan tindak pidana yang dilakukan tersangka mengandung unsur berencana.

"Setelah dilakukan rekon tadi kami berkeyakinan diduga adanya pembunuhan berencana," ujar Kasat Reskrim Polres BelitungIptu Edi Purwanto kepada Posbelitung.co.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved