Berita Belitung

Komitmen Garap Industri Perikanan dan Pariwisata Pulau Seliu, Edyar Tunggu Pemerintah Bangun Jalan

Dalam mendukung langkah tersebut, Edyar mengatakan, perlu dukungan pemerintah dalam membangun jalan.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Novita
IST/Tangkapan layar YouTube Pos Belitung
Kepala Desa Pulau Seliu, Edyar 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Desa Pulau Seliu, Edyar, memaparkan komitmen pemerintah desa dan pihak swasta sebagai investor dalam mengembangkan industri perikanan dan pariwisata.

Dalam merealisasikan hal tersebut, pihaknya mencanangkan kawasan seluas sekitar 250 hektare untuk pengembangan industri perikanan. Mulai dari budi daya dan fasilitas perikanan terintegrasi.

Kemudian sekitar 800 hektare akan digarap untuk pengembangan pariwisata seperti pembangunan second home atau rumah kedua bagi orang dari kota besar atau luar negeri, yang ingin mencari ketenangan.

Dalam mendukung langkah tersebut, Edyar mengatakan, perlu dukungan pemerintah dalam membangun jalan.

Akses jalan tersebut meliputi jalan lingkar sepanjang 22 kilometer dan jalan utama 11 kilometer. Pengusulannya pun sudah dilakukan pada 2017 lalu.

"Kami sudah punya desain koordinat dan panjang jalan. Seliu akan dikonsep agar terintegrasi dengan baik," kata Edyar dalam program Dialog Ruang Kita Pos Belitung, Jumat (22/7/2022).

"Dua tahun terakhir (kami memahami) tidak bisa ngapa-ngapain karena pandemi. Saya sampaikan bahwa Seliu, berbicara industri pariwisata, sudah mulai menggarap dan kami tunjukkan keseriusan, begitu juga pihak swasta. Tinggal dukungan pemerintah untuk pembangunan jalar lingkar dan peningkatan jalan pemukiman dan jalan akses wisata," imbuhnya.

Desain industri pariwisata di Desa Pulau Seliu memiliki konsep green island, sebagai pulau yang bebas polusi dan ramah lingkungan.

Konsep jangka panjang yang pihaknya rencanakan yakni, mengganti motor diesel menjadi motor listrik.

Makanya, saat peluncuran Listrik 24 Jam Pulau Seliu, Edyar pun meminta PLN mengganti diesel menjadi solat panel sebagai pembangkit listrik di pulau yang berada di barat daya Pulau Belitung ini.

Beberapa pengembang atau developer juga membuat masterplan second home. Bahkan proses pembangunan satu unit rumah kayu tradisional yang dibangun dari kayu ulin Sulawesi ini diperkirakan rampung dalam sepekan.

Edyar mengatakan, pemerintah desa bekerja sama dengan Universitas Tarumanagara dalam membuat konsep pengembangan industri perikanan.

Pulau yang memiliki penduduk sebanyak 1.045 jiwa ini, memang sebagian besar bekerja sebagai nelayan.

Sayangnya, nelayan yang kebanyakan mendapat hasil tangkapan kepiting ini kadang harus menjual tangkapan dengan harga rendah. Bahkan, baru-baru ini harga kepiting rajungan harganya hanya Rp35.000 per kilogram.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved