Virus Corona di Bangka Belitung

Kasus Covid-19 di Pangkalpinang Tembus 26 Orang, Bersiap Vaksinasi Dosis Keempat untuk Nakes

Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung memastikan peningkatan kasus Covid-19 sejak beberapa bulan terakhir

Penulis: Khamelia CC | Editor: Khamelia
tribunnews.com
Ilustrasi virus Covid-19. Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung memastikan peningkatan kasus Covid-19 sejak beberapa bulan terakhir di daerah itu bukan disebabkan oleh varian baru Covid-19. 

POSBELITUNG.CO – Pemerintah Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung memastikan peningkatan kasus Covid-19 sejak beberapa bulan terakhir di daerah itu bukan disebabkan oleh varian baru Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Dr Masagus M. Hakim mengungkapkan, penambahan beberapa orang yang terkonfirmasi positif Korona beberapa bulan terakhir bukan disebabkan oleh Covid-19 varian subvarian BA.4 dan BA.5 bahkan Omicron baru yang disebut BA.2.75 atau Centaurus.

“Kita belum tahu, apakah peningkatan kasus beberapa bulan terakhir karena varian baru. Karena kalau varian baru belum keluar hasilnya,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Kamis (28/7/2022).

Hakim mengungkapkan, pihaknya memang telah mengirimkan beberapa sampel ke balai laboratorium kesehatan sejak meningkatnya kasus Covid-19 di Pangkalpinang. Namun sampai saat ini, sampel yang dikirimkan tersebut belum diketahui hasilnya.

Akan tetapi ia memastikan sejak bulan Februari sampai Maret 2022 Covid-19 varian Omicron sendiri telah masuk ke Pangkalpinang. Hal itu juga yang diduga membuat penambahan kasus Covid-19 sejak April sampai Juli 2022 ini.

“Kita hanya mengirim sampel ke Jakarta, dan hasilnya pada bulan Februari-Maret varian Omicron sudah masuk di Pangkalpinang,” jelas Hakim.

Lebih jauh ungkap dia, kasus corona di Pangkalpinang saat ini paling banyak didominasi oleh klaster perkantoran. Dimana peningkatan kasus di perkantoran ini terjadi usai libur Hari Raya Idul fitri, Idul adha hingga libur kenaikan kelas.

Meski mengalami kenaikan, kondisi penyebaran kasus Covid-19 di Pangkalpinang sejauh ini masih terkendali. Dimana pihaknya terus melakukan penggiatan skrining kasus Covid-19 di tempat-tempat umum ataupun tempat-tempat yang berisiko tinggi.

“Tetapi tidak perlu khawatir terjadi peningkatan. Untuk tracking sendiri tetap sesuai pedoman, dan sudah dilakukan setiap puskesmas kita,” ucapnya.

Kendati begitu kata Hakim, per Kamis (28/7) kasus aktif di Pangkalpinang sendiri mencapai 26 kasus. Dimana rata-rata mereka yang dinyatakan positif telah menjalani karantina mandiri di rumah dengan pengawasan ketat Puskesmas setempat. Sehingga kebutuhan akan tempat isolasi terpadu (Isoter) belum sangat dibutuhkan.

Sampai saat ini jumlah kasus konfirmasi Covid-19 mencapai  17740 orang. Rinciannya 12.774 kasus konfirmasi bergejala, 4.966 kasus tanpa gejala dan kasus konfirmasi sembuh mencapai 17.398 orang.

“Untuk kasus meninggal konfirmasi Covid-19 sebanyak 316 orang setelah satu orang dinyatakan meninggal dunia usai terpapar Covid-19 pada 27 Juli kemarin,” tukas Hakim.

PTM 100 Persen Masih Bisa Dilakukan

Dengan peningkatan kasus sejak beberapa pekan terakhir, Hakim memastikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tetap boleh digelar. Setiap sekolah masih diperkenankan mengikuti PTM dengan syarat protokol kesehatan yang ketat.

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved