Semarak Suroan dan Peringatan 1 Muharam 1444 H Pajabel, H Warsito: Dukungan Anggota Luar Biasa

Dikatakan H Warsito, kegiatan ini dilaksanakan sesuai tradisi Jawa, setiap tanggal 1 Sura bertepatan dengan 1 Muharam dilaksanakan peringatan.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: M Ismunadi
Posbelitung.co/MC Tedja Permana
Ketua Panjabel, Drs H Warsito befoto bersama anggota panitia di sela kegiatan suroan Panjabel 1444 Hijiriyah di kediaman keluarga Suliyo, Desa Aik Rayak, Tanjungpandan, jumat (29/7/2022) malam. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sebuah organisasi bisa hidup dan dinamis tidak tergantung hanya pada ketuanya yang hebat atau anggotanya yang banyak, namun adanya rasa memiliki (sense of belonging), rasa peduli (sense of care), dan rasa tanggung jawab (sense of responsibility) setiap anggota. Itulah yang terlihat dari Paguyuban Jawa Belitung (Panjabel) yang resmi terbentuk Desember 2021 lalu, mampu menggelar kegiatan yang bersifat massal.

Ketua Panjabel, Drs H Warsito befoto bersama anggota panitia di sela kegiatan suroan Panjabel 1444 Hijiriyah di kediaman keluarga Suliyo, Desa Aik Rayak, Tanjungpandan, jumat (29/7/2022) malam.
Ketua Panjabel, Drs H Warsito befoto bersama anggota panitia di sela kegiatan suroan Panjabel 1444 Hijiriyah di kediaman keluarga Suliyo, Desa Aik Rayak, Tanjungpandan, jumat (29/7/2022) malam. (Posbelitung.co/MC Tedja Permana)

"Dua kegiatan yang telah kami lakukan, halalbihalal dan Suroan Panjabel Tahun 1444 Hijriah. Acara yang menghadirkan ratusan orang angota Panjabel dan warga sekitar keturunan Jawa ini, anggarannya merupakan sumbangan anggota tanpa diminta. Suport dari anggota luar biasa," kata Ketua Panjabel Drs H Warsito dalam sambutannya pada acara Suroan (1 Muharam) Panjabel Tahun 1444 H/2022 M di kediaman keluarga Suliyo, Desa Aik Rayak, Tanjungpandan, Jumat (29/7/2022) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB hingga 24.00 WIB ini diikuti seluruh anggota dan warga keturunan Jawa se-Kabupaten Belitung serta pengurus Paguyuban Jawa Belitung Timur. 

Kegiatan Suroan Panjabel pada jumat (29/07/2022) malam
Kegiatan Suroan Panjabel pada jumat (29/07/2022) malam (Posbelitung.co/MC Tedja Permana)

Dikatakan H Warsito, kegiatan ini dilaksanakan sesuai tradisi Jawa, setiap tanggal 1 Sura bertepatan dengan 1 Muharam dilaksanakan peringatan. Rangkian cara meliputi zikiran, pengajian kemudian baca doa akhir tahun 1443 Hijriah.

Usai salat Magrib, acara dilanjutkan zikiran kembali dan doa awal tahun 1444 hijriah. Setelah istirahat, pada acara malam diisi dengan tausiah oleh H Nasrudin, Kepala BNN Kabupaten Belitung dan diakhiri ramah tamah.

"Panjabel baru terbentuk anggal 12 Desember 2021, belum sampai 1 tahun. Kami ingin acara tahun depan lebih meriah lagi, termasuk ritual pencucian pusaka. Kami pelan-pelan, anggota Panjabel juga banyak yang punya pusaka," kata Warsito.

Ketua Panitia H Sukimin dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini utamanya adalah menyambut 1 Muharam 1444 dan 1 Sura 1956. Terkait 1 Muharam yang merupakan tahun baru Islam, dapat menjadi bahan evaluasi diri untuk menjadi pribadi muslim yang lebih baik di tahun mendatang.

"1 Sura sebagai ikhtiar nguri-nguri seni budaya dan adat istiadat Jawa yang mengandung ajaran dan tuntunan adiluhung untuk generasi mendatang yang cerdas, sehat, berbudi luhur dan berkontribusi nyata mewujudkan negeri yang baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur," kata H Sukimin. 

Sementara itu, Ketua Panjabeltim Sarjano mengaku merasa terhormat bisa gabung dalam acara Suroan yang digelar Panjabel. Ia menilai Panjabel relatif lebih baik dari dari Panjabeltim baik keanggotannya, manajemennya dan kegiatan yang lebih bervariatif.

"Kalau di Beltim saat ini kegiatannya masih rutin bulanan, seperti arisan dan koperasi. Tetapi kami juga mengadakan Suroan di Beltim Tapi di sini suasananya sangat luar biasa dan bisa hadir sebanyak ini," kata Sarjono. 

Menurutnya, anggota Panjabeltim ada sekitar lima ribuan orang dari daerah Danau Nujau, Merante, Lilangan, Sidorejo, Dendang serta Simpang Rengiang. Kalu di perkotaan banyak penjual mie ayam serta pedagang bakso.

"Kami ingin belajar dari sini, bagaimana kalau kita satukan jadi Paguyuban Jawa Belitong, jumlahnya lebih besar dari Belitung dan Beltim. Kalau di Belitung anggotanya di atas 15 ribuan dan Beltim 5.000-6000," ujar Sarjano. (advertorial/ted)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved