Berita Kriminalitas

Video Viral Cekcok Remaja di Belitung Berbuntut Panjang, Mediasi Tak Temukan Titik Terang

Kasus video viral perselisihan remaja di Belitung berbuntut panjang.  

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
Tribunnews.com
Ilustrasi korban perundungan. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kasus video viral perselisihan remaja di Belitung berbuntut panjang.  

Mediasi untuk meredam perselisihan antar remaja tersebut pun tak juga menemukan titik terang.

Terakhir, mediasi yang dilakukan pihak Desa Aik Rayak untuk mempertemukan kedua belah pihak yang berselisih dan keluarga pada Selasa (2/8/2022) tidak juga bersepakat. 

Kepala Desa Aik Rayak Rustam Ludin mengatakan, mediasi dapat dilangsungkan setelah kedua pihak bertemu, didampingi pula oleh Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, dan perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Bangka Belitung.

Baca juga: Ramai Video Dugaan Perundungan Remaja di Belitung, Begini Tanggapan Pihak Dindikbud

Baca juga: Marwiyah Pastikan Video Remaja di Belitung yang Beredar Bukan Perundungan, Dipicu Cekcok Asmara

Meski begitu, mediasi tak sampai pada kesepakatan damai karena pihak keluarga yang disebut sebagai korban dalam video tersebut menuntut ganti rugi Rp25 juta. 

"Katanya sudah putus di polres, ketika kami tanya pihak kedua ternyata tidak ada putus. Kami mediasikan sebisanya berapa, dari pihak kedua ternyata tidak sanggup kendala mereka Rp25 juta untuk apa saja kalau hanya pengobatan tidak ada luka. Mereka tidak sanggup, sanggup nya Rp1 juta. Pihak pertama langsung menolak," jelasnya. 

Menurutnya, pihak desa yang me mediasi antar kedua pihak tidak bisa memaksakan hasil kesepakatan.

Apalagi keluarga dan kuasa hukum pihak pertama sampai meninggalkan tempat pertemuan karena tidak bisa menerima ganti rugi yang disampaikan pihak kedua. 

"Akhirnya sampai dibubarkan kami tidak bisa mengeluarkan surat damai, kami hanya menyatakan berita acara hasil mediasi. Itulah yang bisa kami lakukan," katanya. 

Ketika coba dikonfirmasi Pos Belitung kakak remaja yang ditampar pada video viral enggan memberikan banyak komentar.

Sementara itu, Kuasa Hukum keluarga remaja yang ditampar dalam video, Purba mengatakan pertemuan yang dilakukan memang belum menemukan titik temu. 

"Kami tadi bilang ini bukan masalah materi, masalah uang atau apa, tapi masalah harga diri. Harga diri keluarga sekarang ini viral semua, itu permasalahannya. Semua keluarga, kami tidak terima cengar-cengir di dalam saat mediasi di desa, ketawa-ketawa macam melecehkan. Tidak tahu omongan dari siapa, ketawa. Kami melihat, gitu," lanjut Purba.

Disinggung mengenai permintaan ganti rugi senilai Rp25 juta yang hanya disanggupi Rp1 juta, Purba mengatakan bukan seperti itu.

"Bukan gitu. Orang tua saat mediasi di dalam tidak ikut. Hanya bahasa untuk berdamai dari keluarga disampaikan ke aku. Aku masuk ke dalam. Yang sewajarnya untuk perdamaian ini, uang pengobatan ada, masa' tidak ada itikad baik, kan gitu," lanjutnya. 

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved