Berikan Penghasilan Tambahan, Rehabilitasi Mangrove Bantu Masyarakat Belitung Timur Disaat Krisis

Penanaman mangrove telah membantu masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan sehingga menolong mereka saat menghadapi krisis seperti pandemi Covid-19

Editor: Mikhael Gewati
DOK. Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Republik Indonesia (RI)
Anggota Kelompok Masyarakat (Pokmas) Kelompok Tani Hutan (KTH) Mutiara Laut Melakukan Penanaman Mangrove 

TRIBUNBELITUNG.COM - Sebagai negara kemaritiman, Indonesia memiliki wilayah mangrove terbesar di dunia yakni seluas 3.364.081 hektare (ha) yang perlu dirawat dan dijaga eksistensinya.

Mangrove memiliki fungsi dalam menahan sedimen, melindungi garis pantai, sebagai penyerap nutrisi dan karbon, serta sebagai habitat satwa liar.

Sayangnya, masih ditemukan penebangan hutan mangrove untuk bahan baku bangunan, dan alih fungsi menjadi tambak.

Melihat kerusakan mangrove yang ada, pemerintah Indonesia berupaya untuk memulihkan ekosistem mangrove dengan memberikan mandat kepada mangrove-brgm' title='Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM)'>Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) melalui Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2020 untuk Restorasi Gambut dan Percepatan mangrove' title='Rehabilitasi Mangrove'>Rehabilitasi Mangrove.  

Pada 2021, BRGM telah melakukan realisasi penanaman mangrove di 32 provinsi dengan total luas 34.912 ha. Seluas 31.400 ha dilakukan di sembilan wilayah prioritas BRGM dan 3.512 ha terlaksana di 23 provinsi lainnya.

Salah satu wilayah kerja BRGM dalam percepatan rehabilitasi mangrove adalah Kepulauan Bangka Belitung. Tahun lalu, BRGM telah melakukan realisasi penanaman seluas 3.900 ha menggunakan skema pemulihan ekonomi nasional (PEN) Mangarove .  

Dalam proses penanaman, pemeliharaan, hingga pembibitan, BRGM membutuhkan keterlibatan kelompok masyarakat (pokmas) yang tinggal di sekitar mangrove. Salah satunya Kelompok Tani Hutan (KTH) Mutiara Laut di Desa Dendang, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pokmas ini telah melakukan penanaman sebanyak 250.000 mangrove di lahan seluas 50 ha. Hingga saat ini, KTH Mutiara Laut, mampu melakukan pembibitan sebanyak 10.000 bibit berjenis yakni Rhizopora.

Ketua Pokmas KTH Mutiara Laut, Suhendi mengaku, kesulitan dalam mengajak masyarakat menanam mangrove,

“Awalnya, masyarakat meremehkan penanaman mangrove, tapi kami terus melakukan pendampingan melalui sosialisasi dan rapat-rapat. Ketika kegiatan mulai berjalan, dan melihat hasil dari penanaman mangrove, satu-satu masyarakat mulai ikut bergabung,” ucap Suhendi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/8/2022).

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved