Berita Kriminalitas

Fakta Baru Tewasnya Brigadir J, Bharada E Mengaku Diperintahkan Membunuh, Sambo Diduga Rusak CCTV

Kasus tewasnya Brigadir J kini memasuki babak baru. Pihak Bharada E mulai mengungkapkan fakta baru.

Editor: nurhayati
ISTIMEWA/TribunJambi.com Aryo Tondang
Brigadir J bersama Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo (kiri) dan foto pemakaman Brigadir J di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi (kanan). Polri segera melakukan ekshumasi alias autopsi ulang jenazah Brigdir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J sesuai permintaan dari pihak keluarga. 

POSBELITUNG -- Kasus tewasnya Brigadir J kini memasuki babak baru. Pihak Bharada E mulai mengungkapkan fakta baru.

Tentu saja 'nyanyian' Bharada E  kian memojokan posisis Irjen Ferdy Sambo.

Terungkap menurut Deolipa Yumara, Kuasa Hukum Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, kliennya mengaku diperintahkan untuk menembak.  

Bharada E mengaku bahwa perintah membunuh diberikan atasannya langsung.

Perintah itu diberikan oleh atasan yang dijaganya. Pernyataan Bharada E tersebut diungkapkan oleh kuasa hukumnya, Deolipa Yumara.

Adapun Bharada E kini ditetapkan sebagai tersangka karena diduga sengaja menghilangkan nyawa Brigadir J. Menurut Deolipa, kliennya tersebut telah mengatakan pernyataan jujur soal perintah melakukan tindak pidana pembunuhan.

"Ya dia diperintah oleh atasannya," kata Deolipa kepada awak media, Minggu (7/8/2022).

Baca juga: Fakta Baru Kuatkan Bharada E Bukan Penembak Jitu, LPSK: tak Ahli pun Bisa Tepat Sasaran

Baca juga: Kapolri Copot 10 Perwira Polisi Terkait Tewasnya Brigadir J

Kendati saat dipastikan atasannya yang dimaksud merupakan ajudan atau bukan, Deolipa dengan tegas membantah hal tersebut. Deolipa menyatakan, kalau atasan yang dimaksud yakni atasan langsung yang dia jaga selama ini.

Kendati demikian, Deolipa tidak menjelaskan secara detail siapa atasan langsung yang dimaksud itu. "Enggak, enggak (bukan ajudan), atasan langsung, atasan yang dia jaga," tutur dia.

"Ya sudah diungkapkan nama-namanya, tapi masih dalam wilayah penyidikan jadi biar berkembang dulu lah, nanti penyidik yang akan menyampaikan semuanya secara lengkap," sambungnya.

Adapun perintahnya kata Deolipa yakni untuk melakukan tindak pidana pembunuhan. Hanya saja, Deolipa kembali tidak menjelaskan secara rinci tindak pidana pembunuhan yang dimaksud.

"Ya perintahnya untuk melakukan tindak pidana pembunuhan," kata Deolipa.

Brigadir J dan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Brigadir J diancam dibunuh sebelum tewas ditembak.
Brigadir J dan kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak. Brigadir J diancam dibunuh sebelum tewas ditembak. (kolase Warta Kota)

Sebut Beberapa Nama

Sebelumnya, Bharada E disebutkan telah membuat laporan berita acara pemeriksaan (BAP) terkait nama-nama yang terlibat dalam kematian Brigadir J.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved