Berita Belitung

Bupati Belitung Bertemu Pihak Pertamina, Bahas Penyaluran BBM Subsidi dan Berharap Tambahan Kuota

Apalagi, kata Sanem, Belitung merupakan daerah kepulauan sehingga BBM tepat sasaran menjadi satu dari kebutuhan yang sangat mendasar.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Novita
Posbelitung.co/Disa Aryandi
Pertamina Patraniaga melalui SAM Retail Sumatera Selatan Bangka Belitung bertemu Bupati Belitung, H Sahani Saleh, di ruang pertemuan Setda Pemkab Belitung, Jumat (12/9/8/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pertamina Patraniaga melalui SAM Retail Sumatera Selatan Bangka Belitung bertemu Bupati Belitung, H Sahani Saleh ruang pertemuan Setda Pemkab Belitung, Jumat (12/8/2022).

Rombongan ini datang ke Belitung untuk sosialisasi program subsidi tepat sasaran untuk konsumsi kendaraan roda empat.

Bahan bakar minyak (BBM) yang dimaksud yaitu bio solar Jenis BBM Tertentu (JBT) dan pertalite Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP).

"Tentunya kami sangat mendukung hal seperti ini, karena ini merupakan program yang diterapkan Pertamina di seluruh wilayah di Indonesia. Intinya, kami akan terus mendorong program subsidi tepat sasaran ini," kata Bupati Belitung, H Sahani Saleh, Jumat (12/8/2022).

Apalagi, kata lelaki yang akrab disapa Sanem, Belitung merupakan daerah kepulauan sehingga BBM tepat sasaran menjadi satu dari kebutuhan yang sangat mendasar.

"Maka dari itu, di daerah ini, terutama soal kuota BBM, harus betul-betul terpenuhi dan di daerah ini masih mengandalkan pengiriman dari Palembang. Apalagi pada musim barat (November hingga Februari) harus jadi perhatian," jelasnya.

Terhitung tanggal 1 Juli 2022 lalu, Pertamina Patraniaga telah mengeluarkan aturan baru tentang penyaluran BBM subsidi. Konsumen harus memiliki aplikasi digital My Pertamina.

Program ini akan diterapkan di Belitung, terutama diperuntukkan bagi kendaraan dinas milik pemerintah daerah, sehingga transaksi tidak dilakukan secara manual, melainkan melalui aplikasi.

"Kami harap program itu juga diterapkan di instansi lain, seperti Forkompinda, dan instansi vertikal lainnya. Kami juga sudah melihat ancaman global berkaitan dengan cadangan energi ini, karena terlalu banyak subsidi," kata Sanem.

Selain itu, Sanem meminta kepada Pertamina agar tidak hanya menerapkan berbagai program terbaru untuk Belitung, tetapi kuota suplai BBM di Belitung harus menjadi perhatian agar tidak terjadi kelangkaan.

"Setahu kami, untuk saat ini, jumlah kuota BBM dan volume kendaraan di Belitung tidak sinkron, ditambah untuk kebutuhan aktivitas pertambangan. Sehingga kami sangat berharap Pertamina bisa menambah kuota BBM ke Belitung," bebernya.

Sales Branch Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Hizkia Reiner, mengatakan, saat ini pihaknya terus menyosialisasikan program pembelian BBM bersubsidi melalui aplikasi My Pertamina kepada masyarakat di daerah ini.

Tujuan program ini agar penyaluran BBM bersubsidi dapat tepat sasaran kepada para penggunanya.

"Karena di lapangan masih banyak ditemukan indikasi penyelewengan BBM subsidi," tandasnya. ( Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved