Berita Belitung Timur

Tak Kunjung Usai, Antrean BBM Panjang Lagi di Belitung Timur, Pertalite akan Dibatasi

Antrean panjang kendaraan roda empat terjadi lagi di seluruh SPBU di Belitung Timur sejak satu minggu terakhir.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Situasi antrean di SPBU Manggar belum lama ini. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Antrean panjang kendaraan roda empat terjadi lagi di seluruh SPBU di Belitung Timur sejak satu minggu terakhir.

Fenomena ini bak peristiwa rutin yang terjadi setiap beberapa bulan sekali tanpa ada penyelesaian pasti.

Kali ini Bupati Belitung Timur Burhanudin meninjau beberapa SPBU yang ada di Gantung dan Manggar.

Dia mengatakan tidak akan tinggal diam melihat kejadian yang menyusahkan masyarakat umum ini.

Menurut Burhanudin, aktivitas pendistribusian BBM adalah wewenang pemerintah provinsi dan mereka akan segera mengaktifkan lagi Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 900/0279/IV tahun 2022 tentang Pengaturan Pembelian BBM Khusus Penugasan ( Pertalite) di Lembaga Penyalur BBM Wilayah Prov. Kep. Bangka Belitung pada April yang lalu.

"Dalam SE itu dikatakan bahwa pembelian BBM akan dibatasi per harinya per konsumen. Saya imbau kepada masyarakat agar bijak dan jangan konsumsi pertakite secara berlebihan," kata Burhanudin seperti dalam rilis Prokom Belitung Timur, Sabtu (13/8/2022).

Baca juga: Bos Timah di Belitung Timur Kena Tipu Ratusan Juta, Penipu Ditangkap Tim Panah Polres Beltim

Baca juga: Wisata Belitung: Pantai Batu Banyak, Tempat Bermain Jetski di Belitung

Tidak sekadar mengimbau, Politisi Partai Golkar itu juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Pertamina melalui Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbangsel dan koordiasi dengan gubernur melalui Biro Perekonomian dan Pembangungan Kepulauan Bangka Belitung berkenaan kebijakan yang akan diambil.

Sales Branch Manager (SBM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbangsel Hizkia Reiner Bontong menjelaskan bahwa suplai pertalite ke SPBU di Belitung Timur jumlahnya normal dan tidak ada pengurangan.

Menurutnya, fenomena antri panjang di SPBU diakibatkan oleh permintaan masyarakat yang bertambah akibat selisih harga pertalite dan pertamax yang cukup jauh sehingga mendorong masyarakat lebih banyak membeli pertalite.

“Tidak ada pengurangan dibandingkan yang lalu. Namun, secara demand atau permintaan masyarakat ini yang bertambah, penyebabnya ada beberapa, tetapi yang utama ini karena disparitas harga antara pertamax dan pertalite yang cukup jauh, sehingga kemungkinan besar ada konsumen pertamax yang memang beralih ke pertalite,” jelas Reiner.

Baca juga: Wisata Belitung: SD Muhammadiyah Laskar Pelangi, Jejak yang Tertinggal dari Film Laskar Pelangi

Sementara itu, Ketua DPRD Belitung Timur Fezzi Uktolseja meminta kepada pemerintah kabupaten agar tidak diam melihat situasi saat ini terkait antrean BBM di SPBU.

Dia tidak ingin kondisi ramai mengular di jalanan mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya.

Politisi PDI Perjuangan itu menyarankan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur bersama semua pihak terkait untuk segera membatasi pembelian BBM bersubsidi tersebut, sebab antrean panjang ini  terjadi karena adanya gap harga yang jauh antara pertamax dengan pertalite.

"Sementara menunggu aturan pembatasan pembelian BBM, atur lah itu jalanan jangan sampai terjadi kecelakaan nanti banyak juga yang repot dan rugi. Itu juga termasuk salah satu tugas pemerintah yaitu melindungi seluruh rakyatnya," kata Fezzi.

( Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved