Ferdy Sambo Tersangka

Siasat Ferdy Sambo dan Istri, Bikin Laporan Pelecehan Seksual, Kasus Tak Terbukti Kini Ditolak LPSK

Laporan Pelecehan Seksual Putri Candrawathi terbukti cuma buat menghalangi penyidikan kasus pembunuhan berencana suaminya Ferdy Sambo

Editor: Hendra
(Kolase Instagram)
Irjen Ferdy Sambo bersama sang istri tercinta, Putri Candrawathi (kiri) beserta Brigadir J (kanan), pengawal Irjen Ferdy Sambo yang meninggal dunia akibat ditembak Bharada E 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA, -- Siasat Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi untuk menutupi kasus pembunuhan ajudannya sendiri Brigadir J atau Brigadir Nopriansyah Hutabarat atau Brigadir Yosua sudah terkuak.

Ia sempat menutupi kasus pembunuhan berencana tersebut dengan membuat alasan untuk membela kehormatan keluarga dan istrinya.

Brigadir J ditudingnya telah melakukan pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.

Bahkan Putri Candrawathi, demi membela suaminya ia membuat laporan bahwa ia merupakan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J.

Baca juga: Pengacara Sebut Bharada E Tipikalnya Pasukan Brimob, Tak Berani Menolak Perintah Menembak Brigadir J

Namun akhirnya laporan tersebut hanya akal-akalan saja. Bareskrim mengungkap bahwa laporan pelecehan seksual tersebut hanyalah untuk menghalangi penyidikan saja.

Karenanya laporan pelecehan seksual yang dilaporkan oleh Putri Candrawathi tak terbukti kebenarannya.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Brigjen Andi Rian Djajadi.

Dikutip Posbelitung.co dari Kompas.com, ia  mengatakan, dari hasil pendalaman penyidik memutuskan menghentikan laporan kasus dugaan pelecehan seksual oleh Brigadir J kepada istri Ferdy Sambo.

Mereka juga menghentikan laporan percobaan pembunuhan terhadap Bharada Richard Eliezer (Bharada E) dengan pelaku Brigadir J.

Andi menyatakan, dua kasus tersebut tidak terbukti kebenarannya, sehingga pengusutan terhadap dua laporan dihentikan.

“Berdasarkan hasil gelar perkara tadi perkara ini kita hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana,” kata Andi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (12/8/2022).

"Kita anggap dua laporan polisi ini menjadi satu bagian yang masuk dalam kategori obstruction of justice. Ini bagian dari upaya untuk menghalangi-halangi pengungkapan dari kasus 340 ( pembunuhan berencana)," ujar Andi.

Andi melanjutkan, semua penyidik yang menangani dua laporan polisi tersebut akan diperiksa oleh Inspektorat Khusus (Itsus).

Baca juga: Marchel Si Pesulap Merah Beberkan Alasannya Bongkar Rahasia Dukun Berkedok Agama

Laporan awal dugaan 2 tindak pidana berbeda itu dibuat oleh Putri dan anggota Polres Metro Jakarta Selatan, Briptu Martin Gabe.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved