Berita Kriminalitas

Viral Video Guru Tampar Siswa, Dindikbud Belitung Pertimbangkan Pemberian Sanksi Pada Oknum Guru

Warganet Belitung diramaikan beredarnya video guru yang menampar siswa SD.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
Kompas.com/ Shutterstock
Ilustrasi kekerasan terhadap anak 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG --  Warganet Belitung diramaikan beredarnya video guru yang menampar siswa SD.

Persoalan yang dipicu karena guru emosi lantaran siswa yang bermain hujan-hujanan meski sudah dilarang itu mencuat di grup obrolan whatsapp hingga menyebar di media sosial. 

Menyikapi kejadian ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Soebagio mengatakan pihaknya sudah memanggil guru dan kepala sekolah untuk meminta kejelasan latar belakang kejadian hingga guru menampar siswa. 

"Tinggal nanti dikaji untuk memberikan tindak lanjut berkaitan pembinaan atas apa yang dilakukan guru," katanya, Selasa (16/8/2022). 

Baca juga: Beredar Video Guru Olahraga Tampar Siswa SD, Begini Tanggapan Pihak Sekolah

Baca juga: Sambut G20 di Belitung, Isyak Meirobie Sesalkan Tampilan Jam Gede Tak Nampak Berubah  

Selanjutnya Dindikbud Kabupaten Belitung masih mempelajari dan mengkaji langkah yang akan dilakukan untuk guru dengan berlandaskan aturan dan acuan yang sesuai.

"Masih kami pelajari dan dikaji, nanti akan segera disampaikan sanksi yang diberikan jangan sampai secara psikologis siswa trauma berkepanjangan, guru pun sebaliknya," ucap Soebagio.

Guru Emosi, Murid Ditampar

Seperti diinformasikan sebelumnya, kejadian Kepala Sekolah Dasar di Tanjungpandan Gusrina Sariwati menceritakan kejadian dalam video terjadi pada Jumat (12/8/2022) sore lalu.

Kejadian tersebut terjadi bukan dalam jam pelajaran, namun saat siswa mengikuti ekstrakurikuler olahraga.

"Menurut keterangan guru, Jumat sore itu hujan, murid dilarang hujan-hujanan, tapi tahulah murid (bermain hujan). Karena emosi dan geram gurunya terjadilah kejadian itu," ucapnya. 

Pasca kejadian tersebut, Sabtu (13/8/2022) pihak sekolah juga sudah mempertemukan orang tua siswa dan guru yang bersangkutan.

Pihak sekolah pun sudah menyelesaikan persoalan tersebut setelah kedua pihak bersepakat menandatangani perjanjian di atas meterai. 

Dalam perjanjian tersebut, lanjutnya, guru tersebut mengakui kesalahan dan kekhilafannya telah berbuat kasar kepada siswa laki-laki yang nampak dalam video. Kedua pihak pun sepakat mengakhiri perihal tersebut secara damai. 

Baca juga: Belitung Mangrove Park, Menawarkan Konsep Ekowisata Berbasis Ekosistem Mangrove

Baca juga: Grand Opening Roti Kopi Pertama di Belitung, Pembeli Silih Berganti Borong ROPI

Orang tua pun menyetujui untuk tidak menggugat kembali perkara tersebut baik melalui pihak lain, media sosial, maupun lembaga hukum lainnya. 

"Ternyata video itu sebelum penyelesaian masalahnya sudah beredar. Kami sudah ada perjanjian bahwa kalau guru tersebut masih berbuat begitu, bersedia dilaporkan ke mana saja. Jadi permasalahannya sudah selesai," lanjutnya. 

Meski begitu, ia tidak bisa menampik bahwa video tersebut terlanjur menyebar sehingga pihak sekolah tak bisa membendung komentar berbagai pihak.

Gusrina memastikan bahwa persoalan tersebut sudah diselesaikan pihak sekolah.

( Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved