Ferdy Sambo Tersangka

Putri Diminta Tetap di Kamar saat Proses Eksekusi Brigadir J, Skenario Ini yang Dimainkan Sambo

Kepada Komnas HAM, Ferdy Sambo mengaku saat ia ada di depan rumah dinas itu, proses eksekusi terhadap Brigadir J belum dijalankan.

Editor: Khamelia
(Kolase Tribunnews)
Kolase foto Irjen Ferdy Sambo, Brigadir J dan Kuat Maruf (KM) yang mengenakan kemeja abu-abu dan masker hitam. KM diketahui merupkan asisten rumah tangga (ART) sekaligus sopir dari Ferdy Sambo berperang penting dalam penembakan Brigadir J 

POSBELITUNG.CO --  Ferdy Sambo mengaku sebagai otak pembunuhan anak buahnya tersebut Brigadir J.

Polri menetapkan  Ferdy Sambo sebagai tersangka bersama empat orang lainnya, yakni Bharada E, Brigadir R, KM seorang asisten rumah tangga, dan Putri Candrawathi istri sang jenderal.

Empat orang itu terlibat dalam skenario yang dibuat Sambo untuk menghabisi Brigadir J.

Rencana itu dibuat di rumah pribadinya di Saguling. Dan eksekusi dilakukan di rumah dinasnya, kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Begitu tiba di rumah dinas,  Ferdy Sambo memerintahkan ajudannya untuk memanggil  Brigadir J.

Saat eksekusi itu,  Ferdy Sambo menyebut itu sebagai hukuman.

"Dia (Sambo) memanggil Yosua dan beberapa ADC (asisten) yang tadi itu untuk kemudian melakukan katakanlah hukuman. Dalam bahasa dia ya, kepada Yosua," ungkap Ketua Komnas HAM, Achmad Taufan Damanik, dikutip TribunnewsBogor.com dari Youtube Narasi, Minggu (21/8/2022).

Komnas HAM tak menjelaskan alasan Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan Brigadir J hingga harus menerima hukuman.

Namun, Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, dalam jumpa pers di Mako Brimob, Kamis (11/8/2022), menyebut Sambo mengaku marah dan emosi kepada Brigadir J.

Amarah Sambo bergejolak setelah mendapat laporan dari istrinya, Putri Candrawathi, yang mengaku telah dilecehkan oleh  Brigadir J.

Ferdy Sambo, kepada penyidik, mengatakan Putri Candrawathi mengaku mengalami tindakan yang melukai martabat keluarga dari  Brigadir J di Magelang.

Brigjen Andi Rian tidak menjelaskan apa tindakan yang melukai martabat itu.

"Saya ingin menyampaikan satu hal bahwa di dalam keterangannya tersangka FS mengatakan bahwa dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya, PC," kata Brigjen Andi Rian.

"Telah mengalami tindakan yang melukai harkat martabat keluarga yang terjadi di Magelang yang dilakukan oleh almarhum Yoshua," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved