Berita Lokal

Berjuang Menahan Pelaku Penipuan di Muntok, Agen BRILink Terseret dengan Sejumlah Luka

Pelaku sempat terekam kamera pengawas atau CCTV di lokasi saat melancarkan aksinya. Pelaku mencoba melarikan diri usai menipu agen BRI link senilai Rp

Editor: Khamelia
Bangkapos.com/Yuranda
Aksi pelaku penipuan Agen BRI Link di Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Jawa, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, yang bendak kabur terekam kamera pengawas atau CCTV, Senin (22/8/2022). 

POSBELITUNG.CO -- Seorang agen layanan BRILlink di Jalan Jenderal Sudirman, Kampung Jawa, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, menjadi korban penipuan pada Senin (22/8/2022) pagi.

Pelaku sempat terekam kamera pengawas atau CCTV di lokasi saat melancarkan aksinya. Pelaku mencoba melarikan diri usai menipu agen BRI link senilai Rp12.036.000.

Korban bernama Ulfa (20) yang saat itu sedang bertugas, sempat mencegah pelaku yang akan melarikan diri. Namun, Ulfa langsung didorongnya dan terseret kendaraan pelaku hingga 50 meter.

Ulfa mengalami luka di bagian lutut sebelah kanan. Ulfa dibantu oleh warga setempat untuk mengangkat dirinya yang terkapar di jalan raya, usai mencoba mencegat pelaku. Pelaku berhasil kabur.

Menurut Ulfa, saat itu, pelaku datang agen BRI Link dan menyebut ingin bertransaksi belanja online (daring) sebanyak enam transaksi dengan jumlah dan nama tujuan berbeda.

"Waktu itu masih ada yang punya ruko. Ketika yang punya ruko meninggalkan rukonya, pelaku minta transfer ke toko online. Pertama senilai Rp5 juta, kedua Rp2 juta, ketiga 2 juta, keempat 2 juta, kelima dan enam ada Rp500 ribu, ke nama yang berbeda," kata Ulfa saat ditemui Bangkapos.com di ruko Agen BRILink, Senin (22/8/2022).

Setelah transaksi ketiga, dia meminta kepada pelaku untuk memberikan uang yang telah ditransfer senilai Rp9 juta. Namun hal tersebut tidak diindahkan pelaku. Pelaku malah minta transaksi lagi dan Ulfa pun menyebut bisa.

Kata Ulfa, waktu transaksi keempat, pelaku minta Rp10 juta. Namun karena saldonya tidak cukup, tidak ditransfer. Akan tetapi pelaku menanyakan masih ada saldo berapa.

"Saya bilang tinggal Rp6 juta. Sebelum transaksi selanjutnya, saya minta tunai. Namun kata pelaku transfer Rp2 juta lagi. Setelah itu dia minta kirim lagi Rp500 dua kali ke nomor berbeda, dan totalnya Rp12.036.000," ungkapnya.

Setelah transaksi selesai, pelaku sempat menelpon. Dalam telepon tersebut pelaku bilang "sudah pak. Masih tidak saldonya."

"Saya bilang nggak ada lagi," ucapnya.

Tiba-tiba pelaku langsung keluar dan menelepon kembali di samping ruko. Ulfa langsung mengejarnya dan pelaku pun sempat menanyakan berapa total keseluruhannya.

"Saya sebut totalnya Rp12.036.000. Dan dia hanya memberikan Rp 50 ribu. Saya bilang Rp12 jutanya mana. Dia bilang ini kan Om belum kasih saya, karena ini transfer transaksi," ungkapnya.

Pelaku pun mulai panik saat Ulfa meminta uang tersebut. Seketika pelaku langsung mengambil motor untuk melarikan diri.

"Waktu dia naik motor, saya minta handphone-nya untuk jaminan. Dia langsung mendorong saya. Dan saya pun terseret kurang lebih puluhan meter. Saat itu saya menahan tangan dan kakinya," tutur Ulfa.

Akibat kejadian tersebut, Ulfa mengalami luka lecet di kagian kaki lutut sebelah kanan dan mengalami trauma dengan tubuh gemetar. (Bangkapos.com/Yuranda)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved