Perang Rusia dan Ukraina

Amerika Tolak Mentah-Mentah Keinginan Zelensky, Tak Mau Terapkan Sanksi Larangan Visa ke Rusia

Ukraina dan Uni Eropa ingin menerapkan sanksi larangan visa hingga bisa membuat rakyat Rusia terisolir. Rencana ini ditolak oleh Amerika dan Jerman

Editor: Hendra
AFP
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky 

POSBELITUNG.CO --  Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mati-matian untuk mengisolasi rakyat Rusia agar tak bisa keluar dari negaranya.

Ia meminta agar Amerika Serikat memberlakukan sanksi larangan visa bagi seluruh rakyat Rusia.

Bila Amerika Serikat setuju dengan keinginan Zelensky ini, tak satupun rakyat Rusia yang bisa keluar dari negaranya.

Rupanya keinginan Zelensky ini ditolak mentah-mentah oleh Amerika Serikat.

Amerika Serikat beralasan tidak ingin menutup jalur perlindungan bagi para pembangkang Rusia dan orang-orang yang rentan terhadap pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

Permintaan larangan visa menyeluruh untuk Rusia diutarakan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam wawancaranya dengan Washington Post, awal bulan ini.

Zelensky mengatakan Rusia harus "hidup di dunia mereka sendiri sampai mereka mengubah filosofi mereka".

Permintaan itu bukan hanya kepada AS, tapi Zelensky juga mendesak  Uni Eropa (UE) memberlakukan larangan tersebut.

Ia menyerukan kepada negara-negara anggota UE agar melarang visa bagi warga negara Rusia supaya blok itu tidak menjadi "supermarket" yang terbuka bagi siapa saja.

Departemen Luar Negeri AS memberikan tanggapan mengenai desakan Ukraina pada Senin (22/8/2022).

Seorang juru bicara departemen mengatakan, pemerintahan Presiden Joe Biden sebelumnya telah memberlakukan pembatasan visa bagi pejabat Rusia yang terlibat dalam invasi ke Ukraina.

"AS tidak ingin menutup jalur perlindungan dan keamanan bagi para pembangkang Rusia atau lainnya yang rentan terhadap pelanggaran hak asasi manusia," kata juru bicara itu, lapor The Guardian. 

"Kami juga sudah jelas bahwa penting untuk menarik garis antara tindakan pemerintah Rusia dan kebijakannya di Ukraina, dan rakyat Rusia," tambah juru bicara itu.

Beberapa pemimpin UE seperti Perdana Menteri Finlandia Sanna Marin dan mitranya dari Estonia, Kaja Kallas, telah menyerukan larangan visa di seluruh UE.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved