Ferdy Sambo Tersangka

Nasib Bintara Hingga Jendral Ditangan Propam, Susno Duadji Beberkan Kekuasan Besar Kadiv Propam

Seorang Kadiv Propam bisa mentukan hitam putih seorang aparat Polri yang ingin naik pangkat, bersekolah hingga hal lain terkait promisi jabatan

Editor: Hendra
TRIBUNNEWS/Bian Harnansa
Mantan Kabareskrim, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA -- Sosok Irjen Ferdy Sambo tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Brigadir Josua atau Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat tak hentinya menjadi sorotan publik di tanah air.

Namun hal ini wajar saja terjadi. Pasalnya Irjen Ferdy Sambo disebut-sebut memiliki kekuasan yang sangat besar di tubuh Polri.

Bahkan Menko Polhukam, Mahfud MD pernah mengatakan di Polri sendiri seolah ada Mabes Polri di dalam Mabes Polri.

Diketahui sebelum peristiwa pembunuhan Brigadir J, Irjen Pol Ferdy Sambo menjabat sebagai Kepala Divisi Propam Polri (Kadiv Propam)

Diluar struktur organisasi dan jabatan Polri, ternyata Irjen Ferdy Sambo juga memegang tugas sebagai Tim Khusus (Timsus) bentukan Polri.

Dengan memegang dua tugas dan jabatan tersebut, disebut kekuasan Ferdy Sambo di Polri sangatlah besar.

Lalu yang dipertanyakan seberapa besarkah kekuasaan seorang yang menjabat sebagai Kadiv Propam Polri, hingga nasib anggota Polri dari bintara hingga jendral berbintang tiga ada ditangannya?

Dikutip dari Tribunnews.com, Komjen Pol (Purn)  Susno Duadji pun membeberkan seberapa besar pengaruh seseorang yang mengemban tugas sebagai Kadiv Propam Polri.

Menurut mantan Kabareskrim ini, seorang Kadiv Propam bisa mentukan hitam putih seorang aparat Polri yang ingin naik pangkat, bersekolah hingga hal lain terkait promisi jabatan.

Hal itu disampaikan Susno saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Kantor Tribun, Jakarta, Senin (22/8/2022).

"Dia yang menentukan hitam putih seorang aparat mau promosi, misalnya seseorang yang sedang duduk di jabatan kalau dia diperiksa oleh Propam karena ada laporan terkait suatu masalah bisa batal naik," kata Susno.

Lebih lanjut, soal hitam putih promisi jabatan, seorang Kadiv Propam jadi kepanjangan tangan Kapolri.

Pasalnya, laporan Kadiv Propam ke Kapolri ini jadi catatan khusus apakah seseorang anggota Polri akan digeser dari jabatan setelah itu atau tidak.

"Ini sampai ke bawah sampai ke Kapolres Indonesia," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved