Pemerintah Super Tega, Naikan Harga BBM Usai 2 Tahun Rakyat Menderita Gegera Covid-19

Presiden Jokowi diminta untuk tidak menaikkan harga BBM kalau tidak ingin melihat rakyat lebih sengsara lagi

Editor: Hendra
Tribun Medan
Petugas nozel mengisi BBM di SPBU kawasan Jalan Putri Hijau, Medan, Sumatra Utara, Minggu (10/2/2019). 

POSBELITUNG.CO -- Kabar pemerintah bakal menaikkan harga BBM bersubsidi bakal membuat masyarakat lebih menderita.

Padahal perekonomian masyarakat saat ini baru saja pulih dari Covid-19.

Pemerintah dinilai oleh anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS Mulyanto, super tega bila menaikan harga bbm.

Menurut Mulyono dalam masa pemulihan ekonomi nasional seperti sekarang pemerintah harusnya memperbanyak insentif bagi masyarakat kecil, bukan malah membebani dengan menaikkan harga BBM.

Hal tersebut justru akan menyebabkan terjadinya inflasi.

"Karena itu PKS minta kepada Presiden Joko Widodo ( Jokowi) tidak menaikkan harga BBM bersubsidi sekarang. Alasan dan waktunya belum tepat. Ini hanya akan membuat masyarakat makin menderita setelah dua tahun lebih terdampak Covid-19," kata Wakil Ketua Fraksi PKS ini, dalam keterangan yang diterima Selasa (23/8/2022).

Mulyanto minta Presiden  Jokowi memperhatikan kondisi riil masyarakat.

Menurutnya, sebagai presiden yang dicitrakan peduli pada kepentingan rakyat maka  Jokowi harus berani membuat keputusan yang tegas tentang harga BBM ini.

Apalagi APBN tahun 2022 disebut surplus selama beberapa bulan belakangan.

"Presiden jangan cuma mendengar saran kebanyakan menteri yang justru menginginkan pemerintah menaikkan harga BBM. Dengarkan juga aspirasi masyarakat yang berkembang saat ini," ujarnya.

"Sebab kalau Pemerintah tetap nekat itu sama saja pemerintah tega dengan rakyatnya," lanjut Mulyanto.

Seperti diberitakan sebelumnya saat ini inflasi tahunan sebesar 3.94 persen, tertinggi sejak Oktober 2015.

Jika BBM bersubsidi dinaikkan, maka diperkirakan inflasi akan melejit ke angka 7 atau 8 persen.

Karena kenaikan harga BBM bersubsidi akan mendorong secara berantai kenaikan harga barang dan jasa lainnya secara luas.

"Ini tentu akan mencekik kehidupan rakyat dan menambah angka kemiskinan," tandasnya.

(Tribunnews.com/chaerul umam)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fraksi PKS Minta Jokowi Tak Menaikkan Harga BBM Bersubsidi: 'Alasan dan Waktunya Belum Tepat'

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved