Pos Belitung Hari Ini

Anggota DPRD Bangka Belitung Tolak Wacana Harga Pertalite Naik, Tolonglah Semua Lagi Susah!

Dalam satu hari, SPBU yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan itu mendapat jatah 10.000 KL.

Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Suasana di SPBU yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan pada Selasa (23/8/2022) sore. Pengawas SPBU setempat menyebut kondisi suplai BBM, khususnya jenis pertalite, masih lancar. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Tuti (53) hanya bisa mengernyitkan dahinya begitu mengetahui rencana pemerintah ingin menaikan bahan bakar minyak jenis pertalite. Pedagang tahu isi ini hanya bisa pasrah.

Rencana kenaikan pertalite hingga mencapai Rp10.000/liter dirasakan Tuti sangat memberatkan. Bagi warga Desa Kampak ini, kenaikan harga pertalite itu membuat perekonomian semakin tertekan. Ia khawatir usaha dagangannya ikut terpukul dan semakin lesu.

"Tolonglah jangan apa-apa naik sekarang ini. Semua lagi susah," keluhnya ditemui Bangka Pos di Jalan Adhyaksa, Kacang Pedang, Kota Pangkalpinang, Selasa (23/8/2022).

Ia sangat menyayangkan rencana pemerintah itu. Kenaikan itu akan membuat susah karena khawatir akan memicu kenaikan harga kebutuhan lainnya.

Tuti menggunakan mobil untuk mengangkut gerobak dan peralatan usahanya. Ditaksir, ia setidaknya harus merogoh kocek minimal Rp140 ribu per tiga hari untuk membeli pertalite.

"Per tiga hari rata-rata Rp140 ribu karena kan bolak balik, dari rumah ke tempat jualan. Lalu belanja barang-barang ke pasar," ujarnya.

Jika pemerintah benar-benar menaikkan harga pertalite, Tuti mesti siap-siap menyiapkan dana lebih besar lagi untuk biaya berjualan dan kebutuhan hidupnya.

"Kalau naiknya jadi Rp10 ribu itu beratkan. Mayoritas kita kelas menengah ke bawah ya," keluhnya.

Keluhan juga disuarakan Sava (21), warga Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang. Ia menyayangkan rencana kebijakan pemerintah yang dianggapnya tidak berpihak pada rakyat kecil.

"Coba kita tingok (lihat, red), sekarang apa-apa mahal. Saya tidak bisa membayangkan kalau pertalite naik. Harga-harga lain juga pasti naik karena BBM inilah kuncinya," keluhnya.

Kenaikan harga kebutuhan itu nantinya, jelas Sava, akan sangat tidak sepadan dengan penghasilan warga yang stagnan bahkan menurun.

"Kalau gaji naik, harga barang naik tidak masalah. Kasian masyarakat kecil, buruh dan lainnya yang pekerjaannya tidak menentu," ujarnya.

Ia mengimbau pemerintah dapat mengkaji ulang kebijakan ini agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. "Semoga tidak jadi naik, kasian rakyat kecil," harapnya.

Maya (45) warga Pangkalpinang lainnya menegaskan rencana kebijakan pemerintah ini tak menguntungkan masyarakat. Malah sebaliknya, kenaikan harga pertalite akan mempengaruhi harga komoditas lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved