Wawancara Khusus

Pencegahan Prostitusi Online, Pol PP Lakukan Deteksi Dini dari Informasi Masyarakat

Dari dua kasus yang sudah terungkap, rata-rata alasan para pelaku prostitusi online ini melakukan kegiatan terlarang itu, karena faktor ekonomi.

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Tedja Pramana
Pos Belitung/Disa Aryandi
Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kabupaten Belitung, Abdul Sani. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kabupaten Belitung, Senin (21/8/2022) malam berhasil mengamankan tiga orang perempuan asal Jawa Barat, diduga menjadi pelaku prostitusi online. Kos-kosan menjadi tempat para pelaku di Belitung ini sebagai lokasi 'eksekusi'.

Pengamanan terhadap kegiatan prostitusi online ini bukan kali pertama dilakukan oleh petugas. Persoalan semacam ini pada bulan April 2022 lalu, Satpol PP sempat mengamankan dua orang perempuan di bawah umur warga Belitung melakukan kegiatan prostitusi online.

Dari dua kasus yang sudah terungkap, rata-rata alasan para pelaku prostitusi online ini melakukan kegiatan terlarang itu, karena faktor ekonomi. Diketahui tarif yang dipasang oleh para pelaku ini, kisaran Rp 500 ribu, Rp 600 ribu hingga Rp 800 ribu untuk satu kali booking.

Bagaimana pencegahan, pengawasan dan memberikan efek jera kepada pelaku prostitusi online ini, serta peran serta Pemerintah Kabupaten Belitung dalam memberikan pengawasan terhadap pemilik kos-kosan.

Untuk mengetahui lebih lanjut Jurnalis Pos Belitung, Disa Aryandi melakukan wawancara eksklusif dengan Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum (Tibum) Satpol PP Kabupaten Belitung, Abdul Sani melalui program dialog ruang kita Pos Belitung, Rabu (24/8/2022).

Berikut petikan wawancaranya:

T: Sudah berapa kali melakukan pengamanan terhadap dugaan kasus prostitusi online di Belitung sepanjang tahun 2022 ini?

J: Pihak Satpol PP sepanjang tahun ini sudah melakukan pengamanan terhadap dua lokasi kos-kosan, dengan lima orang pelaku yang secara keseluruhan adalah perempuan.

Apa yang kami amankan itu, sepenuhnya tidak terlepas dari peran serta atau laporan masyarakat. Karena dinilai sudah meresahkan masyarakat.

T: Tanpa laporan masyarakat, apakah ada cara lain dalam pengungkapan kasus prostitusi online?

J: Selain dari menerima laporan warga, Satpol PP juga sudah melakukan deteksi dini melalui informasi di kalangan masyarakat, dan melakukan pemantauan melalui media sosial.

T: Apakah indikasi tentang prostitusi online ini masih banyak atau sudah terbentuk jaringan?

J: Untuk indikasi tersebut Satpol PP tidak bisa berandai-andai, apakah sedang marak atau tidak. Tetapi kami bekerja sesuai laporan dan setelah kami telusuri dan minta keterangan kepada pelaku, mereka mengaku melakukan kegiatan prostitusi online.

Hanya saja kalau sudah jaringan, kami belum melakukan pendalam lebih lanjut. Namun setelah menangkap yang tiga perempuan itu, diindikasikan masih ada pelaku yang lain.

T: Alasan pelaku protitusi online melakukan pekerjaan seperti itu?

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved