Berita Pangklapinang

Pemkot Pangkalpinang Berantas Prostitusi, Awal Tahun 2021 Teluk Bayur dan Parit Enam Resmi Ditutup

Pemerintah Kota Pangkalpinang,  tidak pernah menerbitkan peraturan daerah (Perda) yang mengizinkan praktik prostitusi

Penulis: Cepi Marlianto | Editor: nurhayati
IST
Tim gabungan Satpol PP Pangkalpinang, Polres Pangkalpinang, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pangkalpinang, Dinas Pariwisata, Pemuda dan olahraga, Dinas koperasi Perindustrian dan Perdagangan dan Koramil 013/Bangka melakukan sidak (inspeksi mendadak) di tiga lokasi tempat hiburan malam, yakni Teluk Bayur, Parit Enam dan Pasir Padi. 

POSBELITUNG.CO -- Pemerintah Kota Pangkalpinang,  tidak pernah menerbitkan peraturan daerah (Perda) yang mengizinkan praktik prostitusi maupun memberikan izin kawasan untuk dijadikan tempat lokalisasi.

Penegasan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Radmida Dawam saat dikonfirmasi  Bangkapos.com, Jumat (26/8/2022).

“Kita tidak ada perda yang mengizinkan untuk itu (prostitusi),” tegas Radmida.

Radmida menyebutkan, adanya beberapa kawasan seperti Teluk Bayur dan Parit Enam yang dikenal sebagai kawasan lokalisasi itu dipastikan ilegal.

Baca juga: Tertipu Dijadikan PSK di Belitung Timur, Perempuan Asal Bogor Ini Dimintai Tebusan Rp7 Juta

Baca juga: Kapolres Dalami Dugaan Penipuan Kerja di Belitung Timur, Begini Katanya    

Pasalnya, dahulu izin yang dikeluarkan untuk dua kawasan itu yakni izin untuk rumah makan.

Namun seiring berjalannya waktu ternyata dijadikan sebagai kawasan prostitusi.

Tentunya itu melanggar norma-norma agama, etika, serta kesusilaan.

Hingga akhirnya sejak awal tahun 2021 lalu kawasan tersebut resmi ditutup oleh pemerintah setempat dan memulangkan sejumlah wanita penyedia jasa kepada pria hidung belang.

Hal itu untuk memberantas praktik prostitusi sampai tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau human trafficking.

“Karena izin mereka restoran, rumah makan dan datang dan pergi mereka itu. Jadi kita tidak mengetahui itu. Akhirnya kemarin sudah kita kembalikan,” kata Radmida.

Baca juga: Wisata Belitung Gurok Beraye, Air Terjun dengan Pemandangan Alam yang Asri, Ada di Gunung Tajam

Baca juga: Kapolda Babel Siap Copot Polisi Bermain Tambang Ilegal, Masyarakat Diminta Laporkan ke Humas

Di sisi lain ungkapnya, Pemerintah Kota Pangkalpinang sendiri tegas dalam melarang, menghilangkan bahkan mencegah praktik prostitusi.

Di mana hal itu sudah diatur di dalam Perda Kota Pangkalpinang Nomor 2 Tahun 2018 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Prostitusi dan Perbuatan Asusila.

Perda itu dengan tegas melarang setiap orang menjadi tuna susila atau pelacur, menjadi pengguna jasa pelacur hingga menjadi germo atau mucikari.

Hal ini untuk mencegah dan memberantas semua bentuk prostitusi dan asusila.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved