Breaking News:

Kabar Selebritis

Polisi Bantah Ada yang Bekingi Nindy Ayunda, Kasus Dugaan Penyekapan Akan Diusut Tuntas

Sulaiman, korban penyekapan diduga oleh penyanyi Nindy Ayunda mengaku sedikit lega dengan komitmen polisi yang akan mengusut tuntas laporannya.

Editor: Khamelia
Instagram Nindy Ayunda
Penyanyi Nindy Ayunda menggugat cerai suaminya ke Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan, karena suaminya selingkuh. 

POSBELITUNG.CO -- Korban penyekapan diduga oleh penyanyi Nindy Ayunda, Sulaiman mengaku sedikit lega dengan komitmen polisi yang akan mengusut tuntas laporannya.

Meski demikian, Sulaiman melalui kuasa hukumnya, Fahmi Bahmid, mengaku sempat kecewa dan mempertanyakan  proses penyidikan di Polres Jaksel yang terkesan lambat.

"Kenapa sampai sekarang Nindy Ayunda belum ditetapkan sebagai tersangka, padahal bukti-bukti yang ada menguatkan untuk menempati dia sebagai tersangka," kata Fahmi Bachmid di Jakarta, Jumat (26/8/2022).

Dia pun membeberkan surat pemberitahuan dari Polres Jaksel perihal perkembangan penyidikan kasus penyekapan terhadap Sulaiman.

Katanya, dalam surat bernomor B/3881/VIII/2022/Reskrim Jaksel tertanggal 16 Agustus 2022 yang ditandatangani Wakil Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Sujarwo dijelaskan bahwa kekasih Dito Mahendra menolak diperiksa polisi, dan ibundanya Nindy Ayunda, Ratmulyati, hingga kini belum memenuhi panggilan polisi dengan alasan sakit.

"Dito Mahendra menolak diperiksa dengan alasan 'tidak patut'. Sedangkan ibunya (Ratmulyati) alasannya sedang sakit, minta dijadwalkan ulang pemanggilannya sampai dia sembuh. Kok bisa ya mereka mengatur polisi," kata Fahmi 

Fahmi Bachmid meminta Polres Metro Jaksel bertindak tegas, yaitu menjemput paksa Dito Mahendra dan ibundanya Nindy Ayunda.

Dia menegaskan, penyidik polisi memiliki kewenangan untuk memanggil dan memeriksa seseorang dalam menangani kasus. Dan jika yang bersangkutan selalu mangkir maka polisi harus menjemput paksa.

“Intinya, Polres Jaksel harus menjemput paksa Dito Mahendra. Kalau dibiarkan, ini menjadi preseden buruk bagi penegak hukum di Indonesia,” tukasnya.

“Apa karena yang melaporkan kasus ini orang kecil yang berprofesi sebagai sopir, jadi laporannya tidak ditangani serius oleh polisi,” pungkas Fahmi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved