Berita Belitung

Gelang Kesehatan Black Tourmaline dari Legun Handmade, Eksis Sejak 2015

Legun Handmade, salah satunya usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergelut dengan black tourmaline Belitung ini.

Penulis: Tedja Pramana | Editor: Tedja Pramana
posbelitung.co/tedja pramana
Villyanty, owner Legun Handmade menunjukan produk gelang bermata black tourmaline buatanya di Galeri Legun Handmade di Jalan Perumnas, Desa Aik Pelempang Jaya, Tanjungpandan, Rabu (31/8/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Selain Satam, di Belitung juga ditemukan batu black tourmaline. Batu kristal berwarna hitam pekat ini bermanfaat bagi kesehatan dan diyakini mampu menyerap aura negatif yang menghampiri dan dapat menghilangkan racun-racun.

Black tourmaline yang di Belitung dikenal dengan nama arang usang ini biasanya banyak ditemukan di lahan galian eks tambang timah di beberapa lokasi di Belitung.

Walau secara fisik tidak menarik, namun batu hitam ini ternyata memiliki nilai komoditas bila dikelola dengan benar.

Legun Handmade merupakan salah satunya usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang bergelut dengan black tourmaline Belitung ini.

Villyanty, owner Legun Handmade menceritakan, sejak tahun 2015 lalu ia bersama sang suami, Danche Verogita telah mengolah black tourmaline menjadi perhiasan seperti batu cincin dan mata kalung.

Apalagi disaat maraknya orang berburu batu untuk dijadikan perhiasan, ia bersama sang suami tetap eksis dengan black tourmalinenya.

"Tapi karena mesin asah dua unit kami rusak, jadi tertahan untuk produksi. Akhirnya dicoba dengan cara baru yang penting black tourmaline tetap eksis. Mulailah ditemukan kreasi dengan pola-pola ikat menjadi gelang dengan mata gelang black tourmaline," kata Villyanty kepada Posbelitung.co, Rabu (31/8/2022).

Menurutnya, deposit black tourmaline yang terkandung di tanah Belitung belum diketahui berapa banyak. Namun bahan baku black tourmaline di Belitung masih tersedia banyak.

" Black tourmaline ini biasanya bercampur dengan limbah buangan tambang timah. Itu kita pungut dan dijadikan perhiasan. Batu ini bukan batu yang sudah populer di Belitung, orang luar tahunya di Belitung itu satam. Tapi ternyata ada batu tourmaline yang biasa dijadikan batu terapi, orang sudah banyak menulis soal batu ini," kata Villyanty.

Setelah dilakukan penelitian di laboratorium di Jakarta dan Bandung, terbukti batu ini memancarkan infra red yang baik untuk kesehatan. Batu ini pembentuknya silika sangat dekat dengan kwarsa.

"Ketersediaan bahan baku lumayan banyak untuk produk kerajinan ciri khas Belitung. Soal produk kita ini ada, namun belum diproduksi secara massal dan sambutan dari masyarakat cukup bagus. Kita lihat banyak iklan di TV produk black tourmaline untuk kesehatan, seperti produk Korea yang harganya lumayan," katanya.

Untuk pengembangan produk kata Villyanty, ia juga memproduksi gelang dengan bahan kayu bulin langka. Kayu bulin yang dipakai berbeda dengan bulin biasa. Selain itu kerajinan kerang untuk perhiasan kalung dan gelang serta kaos Legun.

"Legun artinya hitam, identik dengan kata candaan di Belitung. Pemilihan nama Legun karena sejak awal kami bermain di batu tourmaline yang warnanya hitam. Tapi konotasinya sekarang tidak hanya hitam, tapi solid. Kesolidan di satu warna, pekat, kuat," katanya.

Untuk memperoleh produk Legun, konsumen bisa mengakses instagram @legun_handmade atau di Legunfanspage facebook @tourmalinebelitungisland. Konsumen bisa juga datang langsung ke Legun Galeri di Jalan Perumnas, Desa Aik Pelempang Jaya, Tanjungpandan, Belitung nomor WA 0831-7518-8918.

(Posbelitung.co/tedja pramana)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved