Perang Rusia dan Ukraina

Eropa Darurat Listrik Usai Rusia Setop Kirim Gas, Putin Pilih Jual ke China yang Lebih Bersahabat

Uni Eropa (UE) sedang bersiap mengambil tindakan darurat untuk mereformasi pasar listrik, demi mengendalikan harga yang melonjak

Editor: Hendra
The Guardian/AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin tetap mewajibkan Uni Eropa membayar gas yang dibelinya dari Rusia dengan rubel 

POSBELITUNG.CO -- Uni Eropa kini terancam kekurangan gas menjelang musim dingin.

Sementara Rusia sebagai negara pemasok gas terbesarnya sudah ogah-ogahan.

Rusia lebih memilih memasok gasnya ke negara yang bersahabat dengannya yakni China.

Banyak yang memperkirakan Rusia kesulitan untuk menjual gas karena sanksi dari Amerika Serikat dan Uni Eropa.

Ternyata sebaliknya, ekspor energi gas Rusia malah meningkat pesat. 

Sedangkan pasokan gas ke Eropa sudah dipangkas oleh Rusia.

Gasprom mengekspor gas Rusia ke China melalui pipa Power of Siberia.

Diklaim pasokan gas Rusia ke China dari Januari hingga Agustus 2022 meningkat sebesar 60 persen.

“Kami secara konsisten meningkatkan pasokan melalui pipa gas Power of Siberia ke  China.

Dan tahun ini, kami telah beberapa kali memperbarui rekor pasokan gas harian yang melebihi kewajiban kontraktual dalam hal kuantitas kontrak harian.

Pasokan gas kami ke pasar China dalam delapan bulan 2022 dibandingkan 2021 tumbuh 60 persen," kata CEO perusahaan Alexey Miller dikutip dari TASS.

Dia menambahkan, Gazprom pasti akan memenuhi kewajibannya untuk memasok gas ke China pada 2023, yang membutuhkan lebih banyak gas.

Basis sumber daya baru juga telah disiapkan untuk meningkatkan pasokan - gas dari ladang Kovykta akan mulai mengalir di pipa gas Power of Siberia sebelum akhir tahun.

Holding juga telah mulai mengembangkan dokumentasi desain dan estimasi untuk rute pasokan gas Timur Jauh ke  China.

“Sampai akhir tahun, kita akan merayakan peristiwa yang sangat penting dan signifikan. Ini adalah awal dari aliran gas dari ladang Kovykta ke pipa gas Power of Siberia. Kami sudah menyelesaikan bagian linier dari Kovykta.

Dan, tanpa diragukan lagi, semua kewajiban kontrak untuk 2023, yang kami miliki kepada konsumen Rusia kami dan mitra China kami, untuk meningkatkan volume pasokan gas ke China, kami akan memenuhinya sepenuhnya," tambahnya.

Miller mengingatkan bahwa program timur sebagian besar ditujukan untuk memperluas peluang ekspor dan meningkatkan pasokan gas ke pasar Cina.

Menurutnya, pasar China adalah pasar paling dinamis di dunia, dan dalam 20 tahun ke depan, peningkatan konsumsi gas di China akan menjadi 40

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved