Berita Kriminalitas

Ketahuan Simpan 152 Gram Sabu, Pengedar Ini Nangis Usai Konferensi Pers yang Digelar Polres Belitung

Dengan terbata-bata, warga Lampung itu mengungkapkan dirinya nekat mengedarkan barang haram karena ingin menebus sang istri sirinya.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Kasi Penmas Sihumas Polres Belitung menunjukkan barang bukti sabu saat konferensi pers pada Jumat (2/9/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pria berinisial AZ alias Ahmad, tersangka yang diduga terlibat kasus peredaran sabu di wilayah Belitung, tiba-tiba menangis usai jajaran Satres Narkoba Polres Belitung menggelar konfrensi pers pada Jumat (2/9/2022) siang.

Lelaki berusia 29 tahun itu beberapa kali mengusap kedua matanya sembari melihat deretan barang bukti.

Dengan terbata-bata, warga Lampung itu mengungkapkan, dirinya nekat mengedarkan barang haram karena ingin  membayar utang. 

"Saya kepepet untuk bayar utang," ujarnya saat ditanya awak media.

Sementara itu, Kasi Penmas Sihumas Polres Belitung, Ipda Belly Pinem, menjelaskan, tersangka diamankan tim Satres Narkoba ketika sedang berada di bengkel Jalan Sriwijaya, Kecamatan Tanjungpandan, pada Kamis (1/9/2022) kemarin sekitar pukul 14.00 WIB.

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat adanya aktivitas penyalahgunaan narkoba.

"Setelah diinterogasi, didapat informasi kalau tersangka baru saja melempar paket sabu di seputaran Jalan Tanjung Baruk. Sedangkan sisa paket lainnya ada di rumah tersangka," ungkap Pinem.

Tim yang dipimpin Kasat Resnakoba, kemudian bergerak ke rumah kontrakan tersangka di Jalan Bineka, Desa Dukong, untuk melakukan penggeledahan pukul 15.09 WIB.

Berdasarkan hasil penggeledahan yang disaksikan dua aparatur desa, didapatkan barang bukti berupa narkoba jenis sabu dengan berat total 152,01 gram.

Sabu tersebut sebagian telah dikemas dalam sembilan plastik klip kecil, delapan plastik klip ukuran sedang dan dua plastik klip ukuran besar.

Selain itu juga didapati satu alat hisap sabu (bong), timbangan digital, bungkusan plastik klip, kartu ATM dan lainnya.

"Tersangka akan diancam pasal primer Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman minimal enam tahun maksimal 20 tahun penjara," kata Pinem.

Sabu dari Pangkalpinang

Berdasarkan keterangan tersangka, kata Pinem, barang bukti sabu tersebut berasal dari wilayah Pangkalpinang.

Ia menjelaskan, tersangka sudah tiga kali melakukan pengiriman memanfaatkan jalur laut.

"Jadi ini yang ketiga, pertama 10 dji, kedua satu ons dan terakhir satu ons," sebutnya.

Peran tersangka sendiri hanya bertugas mengantar ke lokasi yang diarahkan orang lain di luar Belitung menggunakan hadphone.

Sabu tersebut dikemas dalam bungkus snack yang ditambahkan batu dan dilempar di lokasi yang sudah ditentukan.

"Kalau masalah harga sudah ada yang mengatur dari luar, tersangka hanya mendapat bayaran Rp75 ribu untuk satu kali lempar," ungkapnya. ( Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved