Lomba Perahu Dayung Tradisional Bedayong Kaki Seru, Wabup: Saya Mendukung Penuh

Desa Buding, Kecamatan Kelapakampit, Kabupaten Belitung Timur menggelar Festival Anak Negeri Sungai Buding dihelat 2-4 September.

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Fery Laskari
POSBELITUNG/vine febriani
Wakil Bupati, Khairil Anwar, Kepala Desa Buding, Mardini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Evi Nardi Camat Kelapa Kampit, Syahril, Kapolsek Kelapa Kampit, AKP Norhan, Kepala Basarnas, Danang Prasetya, serta Tetua Adat, Senen turut menghadiri undangan Lomba Perahu Dayung Tradisional Desa Buding, Jumat (2/9/2022) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Desa Buding, Kecamatan Kelapakampit, Kabupaten Belitung Timur (Beltim) menggelar Fesival Anak Negeri Sungai Buding 2022 yang dihelat 2-4 September. Rangkaian kegiatan satu di antaranya Lomba Perahu Dayung Tradisional Bedayong Kaki.

Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar membuka perlombaan ditandai pengibaran bendera start, Jumat (2/9). Turut mendampingi Kepala Desa Buding Mardini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Beltim Evi Nardi, Camat Kelapakampit Syahril, Kapolsek Kelapakampit AKP Norhan, Kepala Basarnas Danang Prasetya, serta tetua adat.

Tidak seperti mendayung pada umumnya yang menggunakan tangan, pada lomba ini peserta yang terdiri dari dua orang per perahu ini harus pakai kaki. Keseruan terjadi ketika mereka saling bertabrakan karena kesulitan mengendalikan perahu.

Sambutan Kepala Desa Buding pada acara pembukaan Lomba Perahu Dayung Tradisional Desa Buding, Jumat (2/9/2002)
Sambutan Kepala Desa Buding pada acara pembukaan Lomba Perahu Dayung Tradisional Desa Buding, Jumat (2/9/2002) (POSBELITUNG/vine febriani)

Mardini mengatakan, festival diselenggarakan setiap tahun sejak 2015 hingga 2019 lalu, namun selama dua tahun belakangan setop akibat pandemi Covid-19. Pada 2022 digelar lagi serta diharapkan bisa rutin ke depannya.

"Terima kasih kepada Pemda Beltim serta dinas kebudayaan dan pariwisata. Saya berharap terus mendukung dan mengapresiasi lewat anggaran yang diajukan buat kegiatan ini," katanya.

-
- (POSBELITUNG/vine febriani)

Selain lomba dayung, lanjut Mardini, rangkaian festival lainnya berupa jalan santai, bujang dayang Kampong Buding, karaoke, kuliner UMKM, hingga meletik (ketapel). Tujuannya mempromosikan wisata di Desa Buding terutama mangrove dan Pulau Keran.

"Adanya perahu dayung dan bujang dayang Kampong Buding ini menjadi sebuah transportasi serta guide menuju destinasi tersebut (mangrove dan Pulau Keran, red). Tak hanya itu, Lebih meningkatan partisipasi serta ajang silaturahmi warga desa maupun luar Desa Buding," ujarnya.

Semetara itu, Wakil Bupati (Wabup) Beltim, Khairil berpesan kepada para peserta lomba perahu dayung agar menjunjung sportivitas. Jangan ada kecurangan yang dapat merugikan dan membahayakan. Kepada masyarakat dihimbau menjaga kelestarian dan kebersihan sekitar sungai.

Ia berharap lomba ini terus dilaksanakan serta lebih ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya, sehingga dapat menjadi media promosi wisata di wilayah kelapa kampit, khususnya Desa Buding.

"Saya mendukung penuh setiap ide kreatif dan gagasan masyarakat yang ingin memajukan desanya," ujar Khairil. (advertorial/mg1)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved