Advertorial

RSUD M Zein Gelar FKP Penjaminan Pasien Gangguan Jiwa Karena NAPZA

RSUD M Zein Belitung Timur menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Penjaminan Pasien Gangguan Jiwa karena NAPZA di Ruang Satu Hati Bangun Negeri

Penulis: Iklan Bangkapos | Editor: Fery Laskari
IST
Acara forum komuniikasi publik yang digelar di ruang SHBN Manggar 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Pihak RSUD Muhammad Zein Belitung Timur (Beltim) menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Penjaminan Pasien Gangguan Jiwa karena NAPZA di Ruang Satu Hati Bangun Negeri (RSHBN) Setda Beltim, Kamis (1/9/2022).

Acara dihadiri lintas sektor terkait, seperti Perwakilan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belitung, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Belitung, DPRD Beltim, dan sejumlah perwakilan lainnya.

Direktur RSUD M Zein, dr Vonny Primasari mengatakan, remaja-remaja di Belitung Timur diharapkan bisa terhindar dari buruknya lingkungan pertemanan yang menjurus ke arah negatif.

"Saya pikir sosialisasi pencegahan terhadap para remaja jauh lebih penting dibandingkan pembiayaan pengobatan setelah terjadi gangguan jiwa akibat NAPZA (narkotika, alkohol, psikotropika, dan zat adiktif)," katanya.

Saat ini, lanjut Vonny, masalah muncul karena penyakit tersebut tidak bisa dibiayai pengobatannya memakai BPJS Kesehatan. Di lain pihak, sebagai RSUD rujukan penyakit kejiwaan harus merawat para pasien. Oleh karena itu pemerintah daerah harus lebih fokus pada pencegahan daripada biaya pengobatan, karena mereka yang sudah terjerumus biasanya akan sulit berhenti.

"Kami imbau kepada para generasi muda Belitung Timur untuk menjauhi obat-obatan yang melebihi dosis yang membuat mereka berhalusinasi dan lebih fokus dalam mewujudkan impian mereka," ujarnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan, Setda Beltim, Sayono menyebut, jaminan biaya untuk pasien gangguan jiwa karena NAPZA telah menjadi perhatian pemerintah daerah seiring meningkatnya kenakalan remaja. Biaya rehabilitasinya mahal dan menurut peraturan, BPJS Kesehatan tidak bisa menanggung biaya tersebut.

"Disebutkan oleh BNN Belitung bahwa banyak remaja yang mengalami gangguan jiwa dengan NAPZA akibat pergaulan yang buruk seperti ngelem atau minum obat yang melebihi dosisnya dan pada proses rehabilitasinya mereka terkendala biaya," ucapnya.

Oleh karena itu, tambah Sayono, semua stakeholder terkait diminta membangun kerja sama yang baik sehingga program pencegahan dan pengobatan untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa akibat NAPZA bisa segera teratasi.

"Setelah acara ini akan kami bahas lebih lanjut dengan bupati, apakah akan dibuatkan perbup dan perda buat membiayai atau meminta bantuan perusahaan yang ada di Beltim agar mengakomodir biaya tersebut dengan dana CSR (corporate social responsibility)," jelasnya. (advertorial/s1)

Acara forum komuniikasi publik yang digelar di ruang SHBN Manggar
Acara forum komuniikasi publik yang digelar di ruang SHBN Manggar (IST)
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved