Pembunuhan di Tanjungpandan

BREAKING NEWS: Supri Kaget Dapat Telepon Anaknya Tewas Dikeroyok 

Seorang lelaki dikabarkan meninggal dunia usai dikeroyok sekelompok orang di halaman parkir tempat karaoke sekitaran Kota Tanjungpandan Belitung

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Fery Laskari
posbelitung.co
Suasana di depan Kamar Jenazah RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan pada Minggu (4/9/2022). (Posbelitung.co/Dede S) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Seorang lelaki dikabarkan meninggal dunia usai dikeroyok sekelompok orang di halaman parkir tempat karaoke sekitaran Kota Tanjungpandan Belitung, Minggu (4/9/2022) dini hari.

Pria tersebut diketahui bernama Rolan Pramudya (22), Warga Jalan Dahlan, Kelurahan Pangkallalang, Kecamatan Tanjungpandan.

Belum diketahui penyebab kejadian tersebut, namun sekujur tubuh korban terdapat memar dan jasadnya sudah dievakuasi ke Kamar Jenazah RSUD Marsidi Judono.

"Belum tahu pak, karena kami tidak ikut. Saya juga cuman dapat telpon semalam," ujar Darma satu di antara teman korban saat ditemui di depan kamar jenazah, Minggu (4/9/2022).

Ia mengaku mendapat telepon sekitar Pukul 03.00 WIB yang mengabarkan korban dikeroyok dan meninggal dunia. Oleh sebab itu, dirinya langsung berangkat menuju RSUD Marsidi Judono. "Katanya dia (korban) pergi berempat. Temannya sudah di kantor polisi," kata Darma.

Sementara itu Suprianto hanya bisa pasrah ketika tiba di Kamar Jenazah RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan pada Minggu (4/9/2022) pagi.

Pria 44 tahun itu mencoba tegar melihat jenazah anaknya Rolan Pramudya (22) terbujur kaku akibat menjadi korban pengeroyokan di halaman parkir tempat karaoke dini hari tadi.

Supri sapaan akrabnya terkejut mendapat kabar bahwa putra pertamanya meninggal dunia sekitar pukul 02.00 WIB.

"Tadi sekitar Pukul 02.00 WIB ditelpon adik saya, bilang katanya Rolan dikeroyok orang. Awalnya saya tidak panik, tapi dia bilang Rolan sudah tidak ada lagi, langsung saya ke sini," ujarnya saat ditemui posbelitung.co di depan kamar jenazah.

Korban merupakan putra pertama yang sudah menikah dan memiliki seorang anak baru berusia setahun lebih. Sedangkan kesehariannya, bekerja dari pagi sampai sore dan kebanyakan menghabiskan waktu di rumah bersama keluarganya.

Menurutnya korban tidak pernah ke tempat karaoke sehingga dirinya terkejut mendapat informasi dikeroyok di halaman parkir karaoke. "Jarang, paling nonton musik-musik gitu lah. Kalau karaoke jarang saya dengar," katanya.

Supri mendapat informasi jika korban pergi karaoke bersama tiga rekannya yang tinggal di sekitaran rumah. Ia terakhir melihat putranya selepas magrib kemarin sebelum dirinya istirahat tidur.

"Saya lihat terakhir itu magrib, terus sempat pulang dan pergi lagi entah ke rumah mertuanya atau kemana. Karena saya kalau sudah pukul 21.00 WIB sudah tidur," katanya.

Supri merasa masih berdebar-debar usai mendengar kabar putranya meninggal dunia akibat dikeroyok di halaman parkir tempat karaoke.

Ia mengaku sempat mendapat firasat dua hari lalu karena korban sempat mendengar nasehatnya. Ternyata nasehat tersebut menjadi nasehat terakhir kepada anaknya.

"Tumben dia (korban) dia mau dengar nasehat saya dua hari lalu. Biasanya kan anak muda dinasehati jarang mau dengar," katanya. ( Posbelitung.co/Dede S)

 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved