Berita Kriminal

Aparat Penegak Hukum Diminta Terbuka Ungkap Kasus Tewasnya Warga di Karaoke Tanjungpandan   

Aparat penegak hukum agar terbuka dalam mengungkap kasus pengeroyokan di karaoke hingga menyebabkan satu korban meninggal dunia.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Fery Laskari
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi Pembunuhan 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Aparat penegak hukum diminta terbuka dalam mengungkap kasus pengeroyokan di sebuah karaoke di Tanjungpandan hingga menyebabkan satu korban meninggal dunia. Dalam Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kabupaten Belitung, Senin (5/9/2022), lima orang anggota dewan setempat, Hendra Pramono, Suherman, Junaidi Derani, Taufik Rizani dan Wahyu Affandi mewanti-wanti agar kasus tersebut dibuka sejelas-jelasnya kepada masyarakat. 

"Kami mengharapkan kepada aparat penegak hukum untuk mengungkap dengan cepat dan tepat supaya tidak menimbulkan persepsi negatif, persepsi macam-macam dimasyarakat," kata Ketua Fraksi Gerakan Amanat Demokrat Suherman. 

Politisi Gerindra ini menegaskan publik berhak mengetahui motif terjadinya kasus yang menyebabkan seorang warga Belitung meninggal dunia. Aparat juga harus segera mengungkap siapa pelaku pembunuhan ini, agar tak menimbulkan rasa ketidakpercayaan masyarakat dengan aparat penegak hukum. 

"Kita ini diam di ruang publik, publik harus mendapat informasi yang utuh, ini sesuai instruksi kapolri, kasus bintang dua pun dibuka dan terbuka, kenapa ini seakan-akan publik tidak diberikan informasi yang memadai dengan kasus pembunuhan ini," ujar pria yang akrab disapa Awat ini. 

"Sudah dua hari dengan hari ini. Kami mengimbau, mengharapkan seakan dan seolah-olah sampai hari ini (ditutup-tutupi -red). Publik lah, kami merasa keterangan aparat penegak hukum tidak memenuhi rasa keadilan dan rasa penasaran publik, keterangan sampai hari ini. Katanya masih diselidiki, sampai sejauh mana berilah keterangan kepada publik agar bisa tahu," tegasnya. 

Sementara itu hingga saat ini pelaku kasus tersebut masih berkeliaran sehingga dapat menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat. Menurutnya, jangan sampai pelaku yang masih berkeliaran meresahkan masyarakat Kabupaten Belitung yang akan menyambut even besar. 

Ia pun berulangkali menyampaikan bahwa sudah seharusnya aparat penegak hukum harus bertindak cepat dan tepat. Apalagi menyangkut nyawa manusia yang telah direnggut secara paksa oleh beberapa orang. "Kami tidak tahu siapa orangnya, tugas kepolisian berhak mencari siapa pelaku," tambahnya. 

Tak hanya kasus pengeroyokan yang menyebabkan adanya korban meninggal dunia, Suherman juga menyoroti tempat kasus tersebut terjadi yang diduga tak memiliki perizinan sebagai tempat hiburan malam (THM). 
 

"Kalau seandainya tidak ada izin, bupati sampaikan bahwa izin tempat hiburan malam tidak ada dan pemerintah daerah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku harus melakukan tindakan tegas. Kalau dimungkinkan, tutup saja," tegas dia.

Interupsi lima anggota DPRD yang menyoroti kasus tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Belitung Ansori juga mengharapkan aparat membuka kasus tersebut seterang-terangnya. 

"Masalah THM karena sudah menjadi konsumsi publik, beberapa kejadian telah pernah terjadi dan tidak ada tindak lanjut yang lebih serius," kata dia. 

"Seharusnya dibuka seterang-terangnya. Dalam hal ini dimulai dari perizinan dan penegakkan hukum kasus yang terjadi sehingga menyebabkan meninggal dunia," imbuh Ansori. 

Ansori juga menegaskan jika memang secara aturan tempat tersebut tidak memenuhi ketentuan agar segera ditutup. 

Diberitakan sebelumnya, seorang lelaki dikabarkan meninggal dunia usai dikeroyok sekelompok orang di halaman parkir tempat karaoke sekitaran Kota Tanjungpandan pada Minggu (4/9/2022) dini hari.

Pria tersebut diketahui bernama Rolan Pramudya (22) warga Jalan Dahlan, Kelurahan Pangkallalang, Kecamatan Tanjungpandan Belitung.

Belum diketahui penyebab kejadian tersebut, namun sekujur tubuh korban terdapat memar dan sudah dievakuasi ke Kamar Jenazah RSUD Marsidi Judono. ( Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 
 

 

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved