Berita Lokal

Sok Protektif dan Mengancam, Kelakuan Bejat Ayah Tiri di Pangkalpinang Akhirnya Terungkap

Kejadian terungkap setelah Melati tak sanggup lagi mendapatkan perlakuan bejat, Muhammad Nur yang telah menjadi sosok ayah tirinya

Penulis: Khamelia CC | Editor: Khamelia
Warta Kota
Ilustrasi pelecehan seksual. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Perilaku bejat tega dilakukan Muhammad Nur (47) yang nekat merudakpaksa, anak tirinya Melati (14) dan sepupunya Mawar (16) yang telah dilakukannya sejak 2016 lalu, atau saat kedua korban masih duduk di bangku Sekolah Dasar. 

Kejadian terungkap setelah Melati tak sanggup lagi mendapatkan perlakuan bejat, Muhammad Nur yang telah menjadi sosok ayah tirinya sejak Melati berumur 3 tahun. 

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pangkalpinang, Aipda Dewi Yuliansamit mengatakan, Melati yang telah menjadi korban rudapaksa pun akhirnya melaporkan kepada kakak kandung ibunya. 

Aipda Dewi juga membeberkan perilaku protektif Muhammad Nur kepada Melati yang kini sudah duduk di bangku SMP, juga menjadi penyebab terbongkarnya aksi bejat yang dilakukan oleh pria yang sehari-harinya bekerja serabutan. 

"Bapaknya ini protektif kalau anaknya dekat sama cowok itu gak boleh, protektif seperti dianggap pacar hingga akhirnya gak sanggup lagi dan cerita sama kakak mamaknya," ujar Aipda Dewi, Senin (5/9/2022). 

Hal ini lah yang membuat tim unit PPA dibackup tim Buser Naga Satreskrim Polres Pangkalpinang, berhasil menangkap Muhammad Nur yang berada di sekitar BTC Kota Pangkalpinang. 

"Pukul 08.00 kami mendapatkan informasi keberadaan pelaku, lalu pukul 13.30 kami berhasil menangkapnya dan saat ini sudah kami bawa ke Polres Pangkalpinang," ucapnya. 

Lebih lanjut yang membuat kian mirisnya aduan Melati kepada kakak ibunya justru mengungkap fakta lain, dimana sepupunya Mawar juga mengalami hal yang sama dengannya. 

Diketahui Melati dan Mawar memang tinggal bersama dengan ibu kandungnya dan Muhammad Nur yang merupakan warga Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang. 

Aipda Dewi mengungkapkan sejumlah ancaman dan rayuan hingga berupa materi, dilakukan Muhammad Nur agar Melati dan Mawar tetap bungkam selama tujuh tahun lamanya. 

"Ancamannya jangan kasih tau ke mama, kalau di kasih tau mamanya itu bakal ditinggalin. Terus juga diancam, gak dikasih biaya sekolah.  Tapi kalau yang terakhir-terakhir ini diiming-imingi dengan duit, misalnya ulang tahun dapat dikasih motor dan handphone," jelasnya. 

Sementara itu terungkap pula Muhammad Nur nekat melakukan aksinya, saat istrinya atau ibu kandung Melati sedang tidur ataupun berangkat bekerja. 

"Dalam sehari pelaku ini bisa rudapaksa lebih dari satu kali, pelaku ini melakukannya di rumahnya. Jadi ketika ada waktu kosong atau ibunya gak ada, pelaku ini melancarkan aksinya," ungkapnya. 

Kini Muhammad Nur dari pantauan Bangkapos.com, masih terus menjalani pemeriksaan di ruang Satreskrim Polres Pangkalpinang.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved