G20 Belitung

Tertarik Beli Pesawat N219 Nurtanio, Pj Gubernur Bangka Belitung: Sudah Dibuat, Tidak Beli Kualat

Meskipun belum muncul angka deal, namun Ridwan menilai dari diskusi awal harga yang ditawarkan masih terjangkau dengan APBD.

Penulis: Dede Suhendar | Editor: Novita
IST/Dokumentasi PTDI
Pj Gubernur Babel, Ridwan Djamaluddin, bersama tamu undangan menaiki pesawat N219 pada Senin (5/9/2022). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin, tertarik membeli pesawat N219 Nurtanio hasil karya anak bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat menyambut kedatangan pesawat pabrikan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin Belitung pada Senin (5/9/2022).

Meskipun belum muncul angka deal, namun Ridwan menilai dari diskusi awal harga yang ditawarkan masih terjangkau dengan APBD.

"Kami tertarik dan akan kami upayakan, karena kalau sudah kita buat tapi tidak kita beli? Kualat kita. Begitulah cara kita memajukan industri dalam negeri, dibuat ya dipakai," ujarnya disambut tepuk tangan dari tamu undangan.

Pernyataan Ridwan bukan tanpa alasan, sebab kebutuhan pesawat sebagai jalur perintis memang dibutuhkan.

Menurutnya, Provinsi Babel memiliki ratusan gugusan pulau yang berpenghuni, sehingga dibutuhkan transportasi untuk menghubungkannya.

"Meskipun tidak semua pulau bisa didarati, tapi bagi pemerintah dan masyarakat yang membutuhkan, kami akan fasilitasi," kata Ridwan.

Pesawat N219 Nurtanio mendarat di Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung, pada Senin (5/9/2022).
Pesawat N219 Nurtanio mendarat di Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung, pada Senin (5/9/2022). (IST/Dokumentasi PT DI)

Dalam kesempatan tersebut, Ridwan juga mengapresiasi jajaran insinyur yang tergabung dalam PTDI berhasil memproduksi pesawat N219 Nurtanio. Bahkan memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sekitar 44,69 persen.

Perjalanan sekitar dua jam dari Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung menuju Bandara Internasional H AS Hanandjoeddin, membuktikan bahwa pesawat N219 mampu mengudara dengan baik.

"Momen ini juga kita manfaatkan dalam event DWG G20 di Belitung membuka showcase, untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu membuat pesawat seperti ini," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Produksi PTDI, Batara Silaban, menambahkan, harga dasar pesawat N219 Nurtanio berkisar antara 6 juta-7 juta US Dollar.

Menurutnya, untuk proses pembuatan pertama membutuhkan waktu sekitar 24 bulan. Tapi selanjutnya, selesai dalam waktu tiga bulan.

"Kami punya kapasitas nanti bisa empat pertahun dan terus ditingkatkan menjadi delapan per tahun dan terus sampai 12 dan 24 per tahun," kata Batara.

Ia menjelaskan, N219 memiliki jangkauan terbang maksimal dua jam dengan kapasitas 19 orang.

Selain itu, pesawat juga bisa dimanfaatkan untuk pengangkutan kargo dengan kapasitas sampai 1,7 ton.

"Jadi pesawat ini multipurpose (multifungsi, red) dan cocok melayani rute perintis, seperti wilayah Bangka Belitung ini," imbuhnya. ( Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved