G20 Belitung
Darmansyah Perkenalkan Belitung ke Negara G20, Ajak Kerjasama Lestarikan Bumi
Alam merupakan satu sistem yang kait mengkait, maka konsekwensinya adalah kerjasama antar negara, stakeholder jadi satu keharusan.
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Darmansyah Husein, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Bangka Belitung (Babel) mengajak negara-negara maju yang tergabung dalam G20 untuk bekerjasama dalam menjaga bumi agar tetap lestari.
Menurutnya, alam merupakan satu sistem yang kait mengkait sehingga dalam upaya pelestariannya menjadi suatu kharusan dilakukan kerjasama antar negara, khususnya negara-negara yang tergabung dalam G20.
Hal ini ia paparkan dalam pertemuan Development of Indonesia's Blue Economy Roadmap dihadapan para delegasi G20 Belitong yang digelar di ballroom Hotel BW Suite, Belitung, Rabu (7/6/2022).
Dikatakan Darmansyah, blue economy merupakan kegiatan ekonomi yang memperhatikan kesinambungan dan memperhatikan juga sifat-sifat natural dari alam. Indonesia yang merupakan negara kepulauan, dalam menjaga kelestarian daratan dan kelautan harus dilakukan secara satu kesatuan.
"Itulah yang dinamakan blue economy, jadi eksploitasi tapi tetap lestari," kata Darmansyah Husein kepada Posbelitung.co, Rabu (7/9/2022).
Kata Darmansyah, alam merupakan satu sistem yang kait mengkait, maka konsekwensinya adalah kerjasama antar negara, stakeholder jadi satu keharusan.
"Itulah makanya G20 ini menjadi wadah negara-negara maju G20 yang ingin bekerjasama, bagaimana menjaga bumi ini tetap lestari, masyarakatnya tetap sejahtera. Tidak berlebihan dalam mengeksploitasi alam, sehingga alam bisa mengendalikan dirinya sendiri, recovery dirinya sendiri," kata Darmansyah.
Kata Darmansyah, ada satu contoh yang pernah dilakukan Belitung bersama dengan LIPI bekerjasama antar negara di lingkungan laut dimana terkait dengan Laut China Selatan dan Natuna.
Di kawasan itu ada beberapa negara seperti China di utara, Malaysia dan Thailand di barat, Philipina serta Indonesia sendiri.
"Belitung itu sebenarnya sudah punya jejak sejarah itu, kita pernah lakukan itu sebelumnya. Yang terbaru kita telah menjadi UNESCO Geopark. Itu semua ada benang merahnya," kata Darmansyah.
Kata Darmansyah, dalam paparannya di hadapan delegasi G20, ia ingin memperkenalkan Belitung dan mengapa pertemuan menteri pembangunan G20 dilaksanakan di Belitung.
"Goalnya nanti yang kita harapkan akan terbentuk satu kerjasama melingkupi satu lautan yang lebih terpadu. Atau bisa juga membuat suatu isue tentang mangrove, dimana kawasan mangrove di suatu negara yang sama dengan kita," katanya.
Ia mencontohkan, di Indonesia membuat kawasan mangrove itu tidak begitu sulit, tapi di negara China labih sulit. Pohon mangrove usia 10 tahun di China tidak sebesar mangrove di Indonesia dengan usia yang sama.
"Sebenarnya misi khusus saya berbicara di pertemuan G20 ini, saya ingin orang mengenal Belitung. Bahwa Belitung sudah melakukan blue ekonomi juga, oleh karena itu negara-negara lain sudah melirik Belitung," katanya.
(posbelitung.co/tedja pramana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/darmansyah-husein_20160829_203457.jpg)